IndonesiaBuzz: Jakarta, 22 November – Pemilu 2024 semakin dekat. KPU sebagai penyelenggara pemilu ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang damai dan bermartabat. Untuk itu, KPU akan menggelar acara deklarasi pemilu damai di stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 27 November 2023.
Acara ini diharapkan bisa menarik perhatian dan antusiasme masyarakat terhadap pemilu. Anggota Komisioner KPU Agust Mellasz mengatakan bahwa acara ini akan dihadiri oleh sekitar 65.000 sampai 70.000 orang dari berbagai lapisan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemilu adalah milik kita bersama, bukan milik partai politik atau calon saja. Kami ingin masyarakat ikut merasakan suasana pemilu yang meriah dan menyenangkan,” ujar Agust saat ditemui di Kemenpora, Rabu (22/11/2023).
Acara deklarasi pemilu damai ini juga akan diisi dengan penampilan seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, acara ini juga akan menjadi ajang silaturahmi antara partai politik peserta pemilu, pasangan calon presiden dan wakil presiden, serta penyelenggara pemilu.
“Kami berharap dengan adanya acara ini, semua pihak bisa saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat dan pilihan politik. Kami juga berharap tidak ada lagi kampanye hitam, hoaks, atau ujaran kebencian yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Agust.
Acara ini juga merupakan puncak dari program kirab pemilu yang telah dilakukan oleh KPU sejak 14 Februari 2023 lalu. Program ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat di lebih dari 300 kabupaten/kota di Indonesia.
“Kami membawa bendera-bendera partai politik yang kita kirab di seluruh Indonesia. Ini sebagai simbol bahwa kita menghormati semua partai politik yang berkompetisi secara sehat dan adil dalam pemilu. Bendera-bendera ini nantinya akan kita kumpulkan di Jakarta dan kita tanda tangani bersama sebagai komitmen pemilu damai,” jelas Agust.
Sayangnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan tidak bisa hadir dalam acara ini karena ada agenda lain yang lebih mendesak. Namun, Agust mengatakan bahwa hal ini tidak mengurangi makna dari acara ini.
“Kami menghargai kesibukan Bapak Presiden. Kami yakin beliau juga mendukung pemilu yang damai dan bermartabat. Kami berharap masyarakat tetap datang dan meramaikan acara ini,” pungkas Agust. @fajar-s







