IndonesiaBuzz: Magelang, 25 Oktober 2023 – Kabupaten Magelang kembali meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya pengendalian perubahan iklim yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat.
Penghargaan Proklim Tahun 2023 diserahkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar kepada Bupati Magelang Zaenal Arifin di Ruang Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, SenayanJakarta, Selasa (24/10/2023). Zaenal Arifin merupakan Pembina Proklim di daerah sejak tahun 2018.
“Kami berterima kasih kepada KLHK RI yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada kami. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga lingkungan hidup dan menghadapi tantangan perubahan iklim,” kata Zaenal Arifin.
Selain Bupati Magelang, dua desa di Kecamatan Salaman juga mendapatkan penghargaan Proklim, yaitu Desa Margoyoso yang meraih Proklim Lestari dan Desa Sriwedari yang meraih Proklim Utama. Sebelas desa lainnya di Kabupaten Magelang juga mendapatkan sertifikat Proklim Utama, dan 14 desa mendapatkan sertifikat Proklim Madya.
Desa Margoyoso menjadi salah satu desa yang unggul dalam bidang penyelamatan sumber daya air dan energi baru terbarukan. Kepala Desa Margoyoso, Adidaya Perdana, mengatakan bahwa desanya telah melakukan penanaman pohon di sekitar mata air dan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) biogas dari kotoran ternak sapi.
“Kami berusaha untuk melestarikan sumber daya air dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Biogas yang kami hasilkan sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 10 kepala keluarga untuk memasak dan penerangan,” ujar Adidaya.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi kinerja Kabupaten Magelang dan desa-desa yang telah berpartisipasi dalam program Proklim. Ia mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim sudah sangat nyata dan memerlukan respons serius dari semua pihak.
“Bumi saat ini menghadapi tantangan lipat tiga, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi. Kita harus bersama-sama beraksi untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim yang semakin parah,” tuturnya. @indonesiabuzz





