IndonesiaBuzz : Jumat, 11 September 2026 – TP PKK dan kader Posyandu memperkuat koordinasi untuk menyelaraskan program pelayanan masyarakat melalui sarasehan harmonisasi yang digelar di Saradan, Jumat (11/9/2026).
Forum ini diarahkan untuk meningkatkan kolaborasi dalam kesehatan keluarga, pendidikan, penanganan stunting, serta pelayanan terpadu di tingkat desa.Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan keberhasilan program pemerintah membutuhkan keterlibatan aktif kader dan masyarakat.
Karena itu, Posyandu didorong bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan warga.Menurut Purnomo, penguatan Posyandu juga perlu diarahkan pada penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), serta bidang sosial.Dalam Integrasi Pelayanan Posyandu (ILP), sasaran pelayanan mencakup ibu hamil, termasuk ibu nifas dan menyusui, bayi dan anak pra sekolah usia 0-6 tahun, usia sekolah dan remaja >6-18 tahun, usia dewasa >18-59 tahun, serta lansia ≥60 tahun.
Khusus bagi ibu hamil, Purnomo mengingatkan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan.
“Untuk ibu hamil ini, supaya memperhatikan asupan gizi untuk calon bayinya. Penuhi asupan vitamin dan mineral penting seperti asam folat, kalsium, dan zat besi”, papar Wabup.
Ia juga menekankan perhatian terhadap stunting yang berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kondisi tersebut ditandai tinggi badan anak berada di bawah standar kurva pertumbuhan dan dapat berdampak pada perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh, serta perkembangan motorik.
Melalui sarasehan tersebut, pemerintah berharap koordinasi TP PKK dan kader Posyandu semakin kuat dalam menjalankan pelayanan di masyarakat.
Purnomo berharap kegiatan itu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya peran kedua unsur tersebut dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (@Arn/Kominfo)







