IndonesiaBuzz: Kupang, 11 September 2026 – Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Wili Mbuik, 25 tahun, korban penembakan di Distrik Wamena, Papua Pegunungan, tiba di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/9/26) pagi.
Jenazah Wili tiba menggunakan pesawat Batik Air dari Jakarta. Keluarga yang telah menunggu di bandara langsung memeluk peti jenazah dan menangis ketika peti dikeluarkan dari area kargo.
Peti jenazah kemudian ditutup dengan bendera Merah Putih. Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja menggotong peti tersebut menuju mobil jenazah.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi NTT turut memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Wili.
Dari Bandara El Tari, jenazah dibawa menuju Pelabuhan Penyeberangan Bolok. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan menggunakan kapal feri menuju kampung halaman Wili di Kabupaten Rote Ndao.
Johni Asadoma mengecam aksi kekerasan yang menewaskan Wili. Menurutnya, warga NTT yang berada di Papua datang untuk mengabdi dan melayani masyarakat, bukan untuk terlibat dalam konflik.
“Mereka di sana untuk mengabdi, untuk melayani. Mereka di sana bukan untuk berperang dengan siapa pun, tetapi mereka mengabdi dan melayani dengan ketulusan. Kenapa harus dibunuh?” kata Johni.
Ia meminta kelompok bersenjata di Papua tidak menjadikan masyarakat sipil sebagai sasaran kekerasan.
“Kalian boleh memperjuangkan apa yang kalian inginkan, tapi jangan membunuh, mengorbankan rakyat sipil, merusak fasilitas umum, sekolah, rumah sakit. Itu adalah perbuatan biadab, perbuatan yang tidak manusiawi,” tegasnya.
Johni juga mengajak kelompok bersenjata menghentikan kekerasan dan kembali ke pangkuan Republik Indonesia untuk bersama-sama membangun Papua.
“Saya harapkan menyadarkan kalian para KKB ini untuk tidak mengganggu, untuk tidak melakukan tindakan-tindakan biadab terhadap keluarga sekalian yang mengabdi di Papua. Sadarlah untuk kembali ke pangkuan Republik Indonesia, bekerja membangun Papua,” ujarnya.
Bagi keluarga korban, Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memberikan pelayanan selama masa berkabung hingga prosesi pemakaman.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote agar memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga selama masa berkabung sampai dengan pemakaman,” kata Johni.
Pemprov NTT juga meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus penembakan tersebut. Pemerintah daerah berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum dan dijatuhi hukuman yang setimpal.
Jenazah Wili selanjutnya akan dibawa ke Kabupaten Rote Ndao untuk dimakamkan di kampung halamannya. Tangis keluarga di Bandara El Tari menjadi bagian dari kepulangan terakhir Wili setelah nyawanya terenggut dalam aksi kekerasan di Papua. @yudi







