IndonesiaBuzz: Semarang, 23 Mei 2026 – Polda Jawa Tengah meluncurkan inovasi program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat penanganan penyakit menular di wilayah Jawa Tengah.
Program tersebut menitikberatkan pada penguatan tracing kasus, edukasi masyarakat, hingga pendampingan pasien tuberkulosis melalui keterlibatan langsung personel kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di tingkat desa dan kelurahan.
Kabiddokkes Polda Jateng, Agung Hadi Wijanarko mengatakan program itu dilatarbelakangi tingginya angka kasus tuberkulosis di Indonesia yang masih menjadi persoalan kesehatan serius.
“Berdasarkan data nasional, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India dengan jumlah penderita TB aktif mencapai sekitar 1 juta jiwa. Indonesia juga menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia,” ujar Agung Hadi Wijanarko, Sabtu (23/5/26).
Ia menjelaskan angka keberhasilan penanganan TB nasional saat ini masih berada di kisaran 86 persen, sementara cakupan tracing atau penemuan kasus baru baru mencapai sekitar 77 persen.
Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penguatan kolaborasi lintas sektor agar deteksi dini dan pengobatan pasien dapat berjalan lebih optimal.
Menurut data Situasi Tuberkulosis Indonesia Tahun 2025, Jawa Tengah tercatat menjadi provinsi dengan kasus TB paru terbanyak ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.
Jumlah kasus TB di Jawa Tengah mencapai 105.428 kasus.
Sementara untuk tahun 2026, lima wilayah dengan jumlah kasus aktif tertinggi di Jawa Tengah meliputi Brebes sebanyak 8.291 kasus, Banyumas 7.517 kasus, Tegal 6.750 kasus, Semarang 6.390 kasus, dan Cilacap sebanyak 6.261 kasus.
Sebagai langkah konkret, Polda Jateng menjalankan program Polri Tracing TB Paru melalui pelatihan tracer TB kepada para Bhabinkamtibmas.
Para personel nantinya bertugas membantu proses penelusuran kontak erat penderita TB, edukasi kesehatan, hingga mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan lebih dini.
Selain itu, Polda Jateng juga meluncurkan buku saku pedoman tracer TB bagi Bhabinkamtibmas, penyediaan KIT TB Paru, serta pengoperasian mobil dan motor jemput pasien guna membantu akses layanan kesehatan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jateng, Artanto menegaskan keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bagian dari pendekatan preventif dan humanis institusi kepolisian di tengah masyarakat.
“Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian Polri dalam mendukung eliminasi TB di Indonesia. Kami mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai tracer di lapangan untuk membantu menemukan kasus lebih dini, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan penderita TB mendapatkan akses pengobatan yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian TB tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
“Melalui sinergi lintas sektor, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TB semakin meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan angka penularan dapat ditekan,” katanya.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan perluasan peran Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh isu kesehatan publik yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. (Red – Ho Polda Jateng).







