IndonesiaBuzz: Ngawi, 8 Mei 2026 – Penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kabupaten Ngawi tidak hanya menjadi kegiatan distribusi bantuan sosial, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan tertib dan tepat sasaran.
Pemandangan tersebut tampak saat penyaluran bantuan pangan berlangsung di Desa Sriwedari dan Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Rabu (6/5/26). Warga penerima manfaat terlihat aktif membantu proses distribusi beras dan minyak goreng yang disalurkan oleh petugas.
Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, yang turun langsung memantau jalannya penyaluran bantuan untuk alokasi Februari–Maret, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam proses distribusi tersebut. Bantuan yang disalurkan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga penerima manfaat.
“Saya melihat langsung bagaimana distribusi ini banyak dibantu oleh warga penerima manfaat sendiri. Sementara pihak Bulog melakukan monitoring, warga bahu-membahu memastikan setiap tetangganya mendapatkan hak mereka,” ujar Yuwono, Jumat (8/5/26).
Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Pak King itu menilai, keterlibatan masyarakat dalam proses penyaluran bantuan menunjukkan masih kuatnya solidaritas sosial di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian warga.
“Ini bukan sekadar soal memindahkan barang, tapi soal menumbuhkan rasa saling menolong. Ini adalah esensi ketahanan sosial kita,” tegasnya.
Berdasarkan data, program bantuan pangan di Kabupaten Ngawi menyasar sekitar 166 ribu keluarga penerima manfaat. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 3,3 juta kilogram beras dan lebih dari 600 ribu liter minyak goreng.
Yuwono menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga anggaran rumah tangga dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga telah menerapkan sistem pendataan berbasis aplikasi untuk memastikan penyaluran bantuan lebih terarah dan tepat sasaran.
“Karena sudah by system, data ini valid. Ketertiban dalam penyaluran ini sangat penting untuk meminimalisir gesekan sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran,” jelasnya.
Ia berharap program bantuan pangan ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi ketahanan sosial di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







