IndonesiaBuzz : Madiun, 2 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat strategi bisnis non-inti (non-core) dengan mengoptimalkan aset serta menghadirkan layanan berbasis hospitality.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memperluas kualitas layanan pelanggan di luar angkutan kereta api.
Melalui pemanfaatan aset properti dan pengembangan fasilitas penunjang, KAI Daop 7 Madiun mulai mendorong kawasan stasiun menjadi pusat layanan terintegrasi yang tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga sebagai ruang komersial dan pelayanan publik yang modern.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa optimalisasi aset menjadi fokus utama dalam pengembangan bisnis non-core tersebut.
“Pengembangan bisnis non-core kini menjadi salah satu fokus utama KAI Daop 7 Madiun. Kami berupaya memanfaatkan setiap aset yang dimiliki agar memiliki nilai tambah secara ekonomi, sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan bagi perusahaan,” ujar Tohari.
Optimalisasi ini mencakup pemanfaatan lahan dan bangunan di sekitar stasiun untuk berbagai kebutuhan komersial, seperti kios, ruang iklan, hingga pengelolaan parkir berbasis modern.
Selain itu, KAI Daop 7 Madiun juga memperkuat layanan melalui pendekatan hospitality dengan menjalin kolaborasi bersama transportasi daring guna mendukung integrasi antarmoda di Stasiun Madiun.
Kerja sama tersebut menghadirkan fasilitas Lounge khusus bagi pelanggan yang menunggu transportasi lanjutan. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih, dengan ruang tunggu yang representatif serta pelayanan yang lebih personal.
Tohari menambahkan, pelanggan sudah dapat menikmati fasilitas Lounge tersebut mulai Jumat (1/5/2026). Pada momen peluncuran, KAI juga menyapa pelanggan yang baru tiba sekaligus membagikan merchandise kepada pengguna layanan transportasi daring di area Lounge.
“Sinergi ini adalah langkah nyata kami dalam membangun ekosistem layanan terintegrasi. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman pelanggan tidak berhenti saat turun dari kereta api, namun terus berlanjut melalui fasilitas yang nyaman dan relevan dengan kebutuhan perjalanan masa kini,” tambah Tohari.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya KAI Daop 7 Madiun dalam meningkatkan standar pelayanan berbasis hospitality sekaligus memperkuat fondasi bisnis melalui sektor non-angkutan. Dengan strategi tersebut, KAI menargetkan peningkatan kepuasan pelanggan serta optimalisasi nilai aset perusahaan secara berkelanjutan. (@Arn/Hms)







