IndonesiaBuzz : Madiun, 22 April 2026 – Aparat kepolisian masih mendalami laporan masyarakat terkait dugaan investasi bodong melalui aplikasi SnapBoost di Kota Madiun.
Di tengah proses penyelidikan tersebut, jumlah korban yang mengungkap pengalamannya terus bertambah, dengan potensi kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah warga mengaku tergiur skema investasi yang menawarkan imbal hasil berupa kendaraan bermotor.
Dalam praktiknya, peserta diminta menyetor dana dalam jumlah besar dengan janji memperoleh reward sesuai nominal investasi.
Salah satu korban, Gaguk, mengaku bergabung setelah mendapat informasi dari Setyo yang disebut sebagai koordinator di wilayah Madiun.
Ia mengatakan, penawaran yang disampaikan mencakup program reward kendaraan bagi anggota.
“Informasi yang saya terima dari Setyo selaku koordinator, di Madiun itu ada 43 unit motor yang akan dijadikan reward untuk para member SnapBoost. Tentunya, untuk mendapatkan itu harus melakukan deposit,” ujar Gaguk, Selasa (21/04/2026).
Menurut dia, nilai deposit yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp16 juta hingga Rp33 juta, tergantung jenis kendaraan yang diinginkan.
Selain sepeda motor, lanjut Gaguk, terdapat pula penawaran reward mobil dalam skema tersebut.
“Bukan hanya motor, ada juga reward mobil sebanyak 4 unit, dengan nilai deposit berkisar antara Rp80 juta hingga Rp150 juta,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan masyarakat terkait dugaan investasi tersebut. Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melalui Kasi Humas Ipda Aris Yunandi, S.H., menyatakan laporan masih dalam tahap pendalaman.
“Iya, memang ada aduan masyarakat yang masuk ke petugas terkait dugaan investasi bodong tersebut. Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman lebih lanjut atas laporan yang diterima,” jelasnya.
Di tengah proses pendalaman tersebut, muncul perbedaan sikap di antara para korban. Sebagian korban menilai Setyo hanya sebagai perantara atau leader di daerah, sehingga tidak sepenuhnya bertanggung jawab.
Namun, sebagian lainnya tetap menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami.
Gaguk menyebut, struktur dalam jaringan tersebut tidak hanya berada di tingkat lokal. Ia mengungkapkan adanya sosok yang disebut sebagai pimpinan di tingkat atas.
“Setyo ini hanya leader di Madiun, sementara top leader-nya ada di Jakarta, bernama Mira Farhani,” ungkapnya.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai penawaran investasi dengan iming-iming keuntungan atau hadiah tidak wajar, serta segera melapor apabila merasa dirugikan, seiring proses pendalaman kasus yang masih berlangsung. (@Arn)







