IndonesiaBuzz: Wonogiri, 11 April 2026 – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Wonogiri masih bertahan tinggi meski periode Lebaran 2026 telah berlalu. Kondisi ini berbanding terbalik dengan harga daging ayam ras yang mulai kembali stabil setelah sempat mengalami lonjakan saat hari raya.
Salah satu pedagang di Pasar Wonogiri, Sunarti, mengungkapkan harga daging sapi sempat mencapai Rp160.000 per kilogram menjelang Lebaran. Hingga dua pekan setelahnya, harga belum sepenuhnya pulih ke level normal.
“Sekarang masih Rp140.000 per kilogram. Biasanya habis Lebaran cepat turun ke sekitar Rp130.000,” ujarnya, Jumat (10/4/26).
Menurut Sunarti, kondisi tersebut tergolong tidak lazim karena secara historis harga daging sapi cenderung segera turun setelah momentum Lebaran. Ia menilai tingginya harga dipengaruhi oleh kenaikan harga sapi di tingkat peternak.
Meski harga masih tinggi, ia memastikan pasokan daging sapi di Wonogiri tetap aman dan tidak mengalami kelangkaan. Bahkan, menurutnya, saat terjadi wabah penyakit mulut dan kuku beberapa waktu lalu, harga relatif lebih stabil dibanding kondisi saat ini.
Dari sisi penjualan, Sunarti menyebut tidak ada penurunan signifikan. Ia masih menyediakan sekitar 50 kilogram daging sapi setiap hari dengan tingkat penjualan yang fluktuatif namun cenderung stabil.
“Kadang habis, kadang ada sisa. Biasa saja,” katanya.
Sementara itu, harga daging ayam ras menunjukkan tren sebaliknya. Pedagang lainnya, Suyatni, menyebut harga ayam yang sempat menyentuh Rp50.000 per kilogram saat Lebaran kini telah turun ke kisaran Rp35.000 per kilogram.
“Sekarang sudah normal lagi,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonogiri mencatat inflasi bulanan (month to month) pada Maret 2026 sebesar 0,87 persen, dengan inflasi tahunan (year on year) mencapai 3,95 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kontribusi 1,84 persen. Adapun komoditas yang paling dominan mendorong inflasi adalah daging ayam ras dengan andil sebesar 0,17 persen.
Kondisi ini menunjukkan dinamika harga pangan di Wonogiri masih dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan pascalebaran, meskipun secara bertahap beberapa komoditas mulai menunjukkan tren normalisasi. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







