IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 29 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur. Pada tahun 2026, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) merencanakan pembangunan 163 titik Jalan Usaha Tani (JUT) dengan total anggaran mencapai Rp31,143 miliar.
Pembangunan JUT ini bertujuan mempermudah mobilitas petani, khususnya dalam mengangkut hasil panen dari lahan menuju titik distribusi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menekan biaya angkut sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuni Arba’atun, menjelaskan bahwa pembangunan JUT difokuskan pada jalur-jalur yang selama ini telah dimanfaatkan petani. Selain itu, jalan yang dibangun harus memenuhi syarat teknis, salah satunya memiliki lebar minimal 2,5 meter.
“Kami ingin memastikan jalan yang dibangun bukan sekadar pajangan, tetapi benar benar bisa dilewati kendaraan pengangkut hasil pertanian,” ujar Yuni Arba’atun, Rabu (28/01/26).
Jalan Usaha Tani merupakan bagian dari program unggulan Pemkab Bojonegoro dalam kerangka Petruk Tani atau Pembangunan Infrastruktur Pertanian. Menurut Yuni, keberadaan JUT diharapkan mampu meringankan beban petani, baik dari sisi biaya maupun tenaga yang selama ini terkuras akibat akses jalan yang kurang memadai.
Lebih lanjut, Pemkab Bojonegoro memberikan prioritas kepada kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang belum pernah menerima bantuan hibah pada tahun sebelumnya. Kebijakan ini diterapkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
“Program ini dirancang supaya pembangunan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi juga menjangkau petani yang selama ini belum tersentuh bantuan,” tambahnya.
Bagi kelompok tani yang ingin mengajukan pembangunan atau perbaikan JUT, DKPP menetapkan sejumlah persyaratan. Di antaranya pengajuan proposal atas nama kelompok, penunjukan lokasi jalan existing yang telah digunakan petani, serta memastikan kelompok tersebut belum menerima hibah pada tahun sebelumnya.
Pembangunan 163 titik Jalan Usaha Tani ini diharapkan menjadi urat nadi perekonomian desa dan memperkuat ketahanan sektor pertanian di Bojonegoro. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan petani serta mendorong pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro)







