IndonesiaBuzz : Madiun, 1 Januari 2026- Mobilitas masyarakat pengguna jasa kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terpantau tetap tinggi pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selama masa Angkutan Nataru, Daop 7 Madiun mencatat lebih dari 280 ribu pergerakan penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu magnet mobilitas di Jawa Timur.
Berdasarkan data Rabu, 31 Desember 2025, KAI Daop 7 Madiun melayani total 18.896 pelanggan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.086 pelanggan tercatat berangkat dan 9.810 pelanggan datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun.
Secara kumulatif, selama 14 hari masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun telah melayani 133.664 pelanggan berangkat dan 146.497 pelanggan datang.
Tingginya angka tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan jarak menengah dan jauh.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan tiket meski periode puncak pergantian tahun telah terlewati.
Hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, ketersediaan tempat duduk kereta api yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun masih mencukupi.
“Kami memastikan bahwa tempat duduk kereta api menuju berbagai kota tujuan favorit masih tersedia hingga 4 Januari 2026. Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan lainnya,” ujar Tohari.
Berdasarkan pembaruan data ketersediaan tempat duduk, sejumlah tujuan utama dari wilayah Daop 7 Madiun masih menyediakan ribuan kursi.
Untuk tujuan Surabaya Gubeng tersedia 20.195 tempat duduk, Malang 7.955 tempat duduk, Yogyakarta 7.793 tempat duduk, Gambir 2.959 tempat duduk, Purwokerto 619 tempat duduk, Bandung 531 tempat duduk, Cirebon 391 tempat duduk, serta Pasar Senen 150 tempat duduk.
Selama periode Nataru, stasiun tujuan favorit pelanggan dari wilayah Daop 7 Madiun didominasi oleh Bandung, Pasar Senen, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, dan Malang.
Selain itu, sejumlah perjalanan kereta api mencatat tingkat okupansi tertinggi antarstasiun, di antaranya KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong dengan okupansi 197 persen, KA Brantas Tambahan Blitar–Pasar Senen 156 persen, KA Brantas Blitar–Pasar Senen 152 persen, KA Singasari Blitar–Pasar Senen 150 persen, serta KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen dengan okupansi 148 persen.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan andal, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan selama masa Angkutan Nataru.
Pelanggan juga diimbau datang lebih awal ke stasiun agar proses boarding dapat berjalan lancar. (@Arn/Hms)







