IndonesiaBuzz: Ponorogo, 16 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus memperkuat identitas kota dengan menghadirkan ikon baru. Setelah sebelumnya memiliki tugu Nol kilometer, kini Pemkab membangun Tugu 0,2 Kilometer yang berlokasi di Taman Sukowati, Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo.
Proyek ini mulai dikerjakan awal Oktober 2025 oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Kawasan Permukiman (DPUPKP) dan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Tugu tersebut dibangun dengan anggaran Rp184 juta, dan dirancang tidak hanya sebagai penanda jarak, tetapi juga karya seni yang merepresentasikan wajah baru Ponorogo.
Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, menjelaskan bahwa penentuan lokasi baru ini merupakan hasil kajian panjang dan pertimbangan estetika kota.
“Idealnya, landmark memang berada di titik Nol kilometer. Berdasarkan pengukuran 198 kilometer dari Surabaya, titik nol km Ponorogo ada di perempatan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Krakatau. Namun lokasi itu kini kurang representatif karena berada di tepi jalan dan minim nilai estetika,” jelas Jamus, Kamis (16/10/25)
Ia menambahkan, setelah Jalan Soekarno Hatta berubah status dari jalan nasional menjadi jalan kabupaten, titik Nol km bergeser ke Jalan Letjen S. Parman. Namun, lokasi tersebut juga dianggap kurang layak dijadikan ikon kota.
“Atas masukan Pak Bupati, lokasi landmark akhirnya digeser ke Taman Sukowati dan dihitung sebagai titik 0,2 kilometer. Di sini lebih estetik dan menjadi ruang publik yang layak disebut ‘say hello’ nya Ponorogo,” imbuhnya.
Tugu setinggi empat meter itu dibangun di belakang patung kuda Taman Sukowati, memperkuat kesan artistik kawasan tersebut. Jamus menegaskan bahwa desain tugu mengandung sentuhan seni khas Ponorogo, dikerjakan secara hati hati agar selaras dengan karakter kota budaya ini.
“Nanti dilihat saja jadinya seperti apa. Yang jelas, desainnya bagus karena ada unsur seni dan pengerjaannya dilakukan dengan penuh kehati hatian,” ujarnya.
Dengan hadirnya Tugu 0,2 Kilometer, Pemkab Ponorogo berharap ikon baru ini dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol penyambut bagi siapa pun yang datang ke Bumi Reog menandai semangat kota yang terus berbenah tanpa meninggalkan nilai budayanya. (As Adil Fajar /Koresponden Ponorogo)







