IndonesiaBuzz: Jawa Tengah, 7 Oktober 2025 – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi atas kepemimpinannya dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan menyebut Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik dan paling siap menjalankan program nasional pemenuhan gizi tersebut.
“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini luar biasa. Beliau langsung menghubungi saya, meminta agar segera dilakukan koordinasi lintas daerah untuk memastikan program MBG aman, higienis, dan berkelanjutan,” kata Dadan usai Rapat Koordinasi MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri, Semarang, Senin (6/10/2025).
Dadan menjelaskan, Jawa Tengah menunjukkan capaian tertinggi secara nasional dalam pelaksanaan MBG. Dari lebih dari 10 ribu SPPG di 38 provinsi, sebanyak 1.596 SPPG telah dioperasikan di Jateng memenuhi sekitar 50 persen dari target nasional.
“Banyak SPPG di Jateng bahkan mampu melayani lebih dari 4.000 porsi per hari, meskipun ada batasan untuk menjaga kualitas layanan,” jelasnya.
Selain dari sisi jumlah, Dadan juga memuji manajemen dan pengawasan pangan di Jateng yang dinilai paling tertib dan terstruktur. Ia menyebut keberhasilan itu turut berdampak besar terhadap perekonomian daerah.
“Dana BGN sebesar Rp32 triliun mengalir ke Jateng. Jumlah ini bahkan lebih besar dari APBD provinsinya sendiri. Efeknya luar biasa industri pangan lokal ikut tumbuh, dari pemasok sayur, beras, susu, hingga produsen food tray,” ujar Dadan.
Menurutnya, capaian Jawa Tengah menjadi contoh nyata bagaimana program nasional bisa dijalankan optimal dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah.
“Langkah koordinasi nasional kita mulai dari Jawa Tengah, karena inisiatif Gubernurnya nyata dan bisa jadi model untuk provinsi lain,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Rapat Koordinasi MBG digelar untuk memastikan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah menjalankan program dengan standar keamanan dan kualitas tinggi.
“Harapan saya, kejadian-kejadian sebelumnya tidak terulang. Program ini harus aman, higienis, dan berkelanjutan. Semua kepala daerah punya tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan makanan sehat setiap hari,” kata Luthfi.
Ia menegaskan, Jawa Tengah siap menjadi percontohan nasional dalam sistem pengelolaan MBG yang berfokus pada mutu, keberlanjutan, dan dampak sosial.
“Hari ini kita sepakati: Jawa Tengah jadi role model MBG nasional. Tidak boleh berhenti di tengah jalan,” tegasnya.







