IndonesiaBuzz: Wonogiri, 4 Oktober 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) pada 2 sampai 3 Oktober 2025. Program yang melibatkan lintas sektor ini menyasar ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui rangkaian skrining gejala, pemeriksaan chest X ray (CXR), hingga inisiasi terapi pencegahan TBC.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.6.PK.07.03-390, dengan dukungan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan RI.
Pelaksanaan di lapangan dilakukan oleh Tim CITO bersama petugas kesehatan Lapas Wonogiri, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, tenaga medis dari Puskesmas Wonogiri II, serta Yayasan Peduli HIV TB Mentari Sehat Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, satu orang WBP terkonfirmasi positif TBC setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh. Yang bersangkutan langsung mendapat penanganan medis lanjutan di Klinik Pratama Lapas Wonogiri dengan dukungan tenaga kesehatan Puskesmas Wonogiri II.
Kepala Lapas Kelas IIB Wonogiri, Siswarno, menegaskan bahwa kegiatan berlangsung aman dan sesuai target.
“Deteksi dini TBC sangat penting, mengingat lingkungan pemasyarakatan memiliki risiko penularan yang tinggi. Kami berkomitmen memastikan hak kesehatan WBP terpenuhi, termasuk melalui penanganan cepat bagi yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu WBP berinisial YT mengaku lega setelah mengikuti pemeriksaan.
“Awalnya saya agak khawatir, tapi setelah diperiksa saya jadi lebih tenang,” ucapnya.
Melalui program ini, Lapas Wonogiri menegaskan komitmennya mendukung target nasional eliminasi TBC sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas dari penularan penyakit menular. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







