IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 2 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong peran perempuan dalam pembangunan daerah. Upaya itu diperkuat lewat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) yang resmi diterapkan tahun ini. Untuk memperkuat implementasi perda, Pemkab Bojonegoro menggelar sosialisasi di ruang Angling Dharma, pada Selasa (30/9/25) pagi.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan pentingnya perda tersebut sebagai landasan hukum memperkuat kesetaraan gender di daerah.
“Instruksi Presiden terkait PUG sudah ada sejak tahun 2000. Setelah 25 tahun, akhirnya Bojonegoro punya perda sebagai penguat program. Ini patut kita apresiasi,” ujar Nurul, Rabu (1/10/25).
Nurul menambahkan, perempuan punya peran vital dalam pembangunan. Mereka bukan hanya penopang keluarga, tapi juga motor penggerak di masyarakat. Dengan perda ini, kebutuhan laki-laki dan perempuan akan diakomodasi secara adil mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan anggaran.
Sementara itu, Fasilitator PUG Jawa Timur, One Widyawati, menyoroti persoalan pernikahan dini yang masih tinggi di Bojonegoro. Menurutnya, hal ini kerap berujung perceraian karena faktor kesiapan emosional.
“Karena itu, Komisi C DPRD bersama DP3AKB berkomitmen memberikan pendidikan lebih dini agar anak-anak bisa menunda pernikahan,” ujar One Widyawati.
Ia juga menyebutkan, tujuan akhir perda ini adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya lewat pencapaian Asta Cita poin ke-4, yakni peningkatan kualitas manusia. Hal ini terlihat dari Indeks Pembangunan Gender (IPG) Bojonegoro yang naik dari 90,87 pada 2023 menjadi 91,44 pada 2024.
“Kesetaraan gender itu artinya memastikan laki-laki dan perempuan, termasuk difabel dan kelompok rentan, punya hak yang sama di bidang politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tambahnya.
Dengan perda ini, Pemkab Bojonegoro optimistis pembangunan bisa berjalan lebih inklusif, adil, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.(M Tohir/Koresponden Bojonegoro)







