IndonesiaBuzz: Pacitan, 22 September 2025 – Malam di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, pecah oleh jeritan. Sabtu (20/925), seorang pria berinisial AS, warga Desa Kayen, Kebonagung, mendatangi rumah mantan istrinya dengan amarah yang tak terbendung. Sabit yang dibawanya menjadi alat pembalasan dendam, menorehkan luka dalam di leher mantan mertuanya, Timi, hingga nyawa melayang seketika. Empat anggota keluarga lain pun jatuh bersimbah darah.
Motifnya sederhana namun getir sakit hati. Sang mantan istri, M, berencana menikah lagi, empat bulan setelah perceraian. Bagi AS, kabar itu seolah pengkhianatan terakhir yang harus ditebus dengan darah.
Kepala Desa Temon, Jamiatin, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. “Korban Timi itu orang baik, ramah. Tak ada yang menyangka ia akan pergi dengan cara begitu kejam,” ujarnya di RSUD dr. Darsono Pacitan, tempat para korban luka kini dirawat intensif.
Kini, AS buron. Aparat TNI/Polri bersama warga menyisir hutan di sekitar desa. Situasi masih tegang, masyarakat dihantui ketakutan, sekaligus marah. “Kami imbau warga jangan bertindak sendiri. Jika tahu keberadaan pelaku, segera lapor,” kata Jamiatin.
Kasus ini menyingkap wajah lain Pacitan yang tenang konflik rumah tangga yang meledak menjadi tragedi sosial. Kekerasan domestik yang semula tersembunyi di balik tembok rumah, meletus di ruang publik dengan korban jiwa.
AS, yang semula hanya seorang pria patah hati, kini berubah jadi buronan pembunuhan. Dan bagi masyarakat Pacitan, luka psikologis akibat peristiwa ini akan jauh lebih lama sembuh ketimbang luka sayatan sabit itu sendiri.




