IndonesiaBuzz: 8 September 2025 – Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar tradisi sakral Maringaken Sekul atau Kembul Bujana di Kagungan Dalem Sasana Parasdya, Senin (8/9/25). Prosesi ini dipimpin langsung oleh SISKS Pakoe Boewono XIII bersama Prameswari Dalem GKR Pakoe Boewono, didampingi GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, GRAy. Devi Lelyana Dewi, GRAy. Ratih Widyasari, KGPH Adipati Dipokusumo, serta para Rayi Dalem, Wayah Dalem, Sentana Dalem, dan Abdi Dalem.
Acara diawali dengan pembacaan doa atau wilujengan yang dipimpin ulama Kraton Surakarta bersama Pengageng Parentah, KGPH Adipati Dipokusumo. Usai doa, SISKS Pakoe Boewono XIII melakukan prosesi simbolis dengan menikmati ladosan dhahar dalem yang telah disajikan. Setelah itu, nasi dibagikan kepada sentana dalem dan abdi dalem sebagai wujud kebersamaan.

KGPH Adipati Dipokusumo menjelaskan, tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian bethak atau menanak nasi yang dilakukan langsung oleh Sinuhun Pakoe Boewono XIII. Prosesi tersebut memiliki makna mendalam sebagai ungkapan rasa syukur atas rejeki yang diterima, serta simbol pengayoman seorang raja kepada rakyatnya.
“Maringaken Sekul ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan melestarikan nilai budaya Jawa,” ujar KGPH Adipati Dipokusumo atau akrab disapa dengan Gusti Dipo.
Tradisi Maringaken Sekul, meski sederhana, memiliki makna kuat. Dalam budaya Jawa, kembul bujana dipahami sebagai simbol persatuan, kesetaraan antar manusia di hadapan Sang Pencipta, serta pengingat bahwa kebersamaan selalu menjadi dasar harmoni hidup. (red-Teguh Tri)







