IndonesiaBuzz: Surakarta, 06 Semptember 2025 – Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar prosesi sakral berupa penyerahan sekaligus jamasan pusaka Kanjeng Kyai Dhudha di Pawon Gondorasan, Sabtu (6/9/25) pagi. Ritual ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan bethak adang tahun Dal 1959 dalam kalender Jawa, yang digelar setiap delapan tahun sekali.
Acara diawali dengan doa bersama atau wilujengan di Kraton Kilen (Barat). Prosesi dipimpin KGPH Adipati Dipokusumo dan diikuti GKR Alit, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, Gusti Ratih Widyasari, Rayi Dalem, Sentana Dalem, serta para abdi dalem. Suasana khidmat terasa sejak awal prosesi, dengan tata cara adat yang dijalankan penuh kedisiplinan.

Setelah doa, pusaka Kanjeng Kyai Dhudha dibawa menuju Pawon Gondorasan untuk menjalani jamasan atau pembersihan. Rute iring-iringan dimulai dari Kaputren, lalu melewati Handrawina, Museum, Saraswati, hingga akhirnya tiba di Pawon Gondorasan. Para abdi dalem turut mengiringi dengan busana adat, menambah nuansa sakral pada perjalanan pusaka tersebut.
“Ini satu rangkaian dalam persiapan untuk menanak nasi (adang) oleh Sinuhun. Semua uborampe terutama Kanjeng Kyai Dhudha dijamasi hari ini untuk dipersiapkan besok, Minggu Pahing. Tujuannya agar berkah rejeki yang kita terima bisa menjadi manfaat dan barokah. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran pada upacara yang kita lakukan tiap delapan tahun sekali ini,” ujar KGPH Adipati Dipokusumo.
Prosesi jamasan ini menegaskan makna mendalam tradisi bethak adang, yang bukan hanya ritual memasak nasi, tetapi juga wujud rasa syukur, doa keselamatan, dan simbol kesinambungan budaya Jawa yang tetap dijaga di tengah perubahan zaman. (Red-)







