IndonesiaBuzz: Surakarta, 27 Agustus 2025 – Kraton Kasunanan Surakarta menggelar tradisi wilujengan sebagai ungkapan rasa syukur setelah selesainya pembangunan pawon yang akan digunakan dalam prosesi Bethak Adang Tahun Dal 1959 di Gondorasan, pada Selasa (26/8/2025) sore.
Acara yang sakral ini dihadiri oleh para abdi dalem, sentana dalem, para ulama Kraton, serta Gusti Ratu Alit yang bertindak sebagai penanggung jawab utama sekaligus Pengageng Kaputren Kraton Kasunanan Surakarta. Dalam suasana khidmat, para peserta bersama-sama mengumandangkan doa dan memanjatkan harapan agar seluruh rangkaian prosesi Adang Tahun Dal berjalan dengan lancar dan selamat.
Gusti Ratu Alit menjelaskan bahwa wilujengan ini tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan pawon, tetapi juga sebagai permohonan restu dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa agar seluruh rangkaian tradisi Bethak Adang Tahun Dal 1959 Jawa dapat berjalan tanpa kendala.
Sementara itu, Ndoro Mas Panji menyampaikan bahwa pawon yang dibangun merupakan salah satu bagian penting dari uborampe atau perlengkapan dalam ritual Bethak Adang Tahun Dal 1959.
Ia menambahkan bahwa wilujengan yang dilaksanakan memiliki makna mendalam, yaitu sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana spiritual untuk memohon perlindungan dan keberkahan.
“Makna dari wilujengan ini adalah bentuk rasa syukur karena telah diberikan kelancaran dalam pembuatan pawon, serta memohon keselamatan dan kelancaran dalam pelaksanaan prosesi Adang Tahun Dal nantinya,” ujarnya.
Bethak Adang Tahun Dal sendiri merupakan salah satu tradisi penting dalam kalender adat Kraton Surakarta yang digelar setiap delapan tahun sekali, bertepatan dengan tahun Dal dalam penanggalan Jawa. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang sarat dengan nilai spiritual, budaya, dan sejarah, yang hingga kini masih dilestarikan oleh Kraton Kasunanan Surakarta sebagai bagian dari identitas budaya Jawa yang luhur.(Dimas-Red)







