IndonesiaBuzz: Wonogiri, 2 Agustus 2025 – Terletak di Paroki Santo Ignasius Danan, Giriwoyo, Wonogiri, Gua Maria Sendang Ratu Kenya menjadi salah satu destinasi ziarah rohani umat Katolik yang kian diminati.
Masyarakat sekitar sebelumnya mengenal tempat ini dengan nama Sendang Growong, sebuah gua alami yang memiliki ruangan besar di dalamnya dan dahulu dipercaya sebagai tempat angker.
Sebelum diresmikan sebagai tempat ziarah Bunda Maria, gua ini diyakini sebagai tempat tinggal makhluk halus yang disebut “Setan Besil”. Namun berkat doa Novena Sembilan Hari yang dipimpin oleh Petrus Suhirman, seorang atekis dari Dusun Ngampohan, gua ini disucikan dan kemudian mulai dibuka sebagai tempat ziarah.
Pembangunan kompleks Gua Maria ini dimulai secara bertahap sejak tahun 1980. Kini, meski gua alaminya tidak terlalu besar, kawasan ziarah ini telah berkembang luas dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Patung Bunda Maria di dalam gua menjadi pusat devosi para peziarah, dikelilingi oleh suasana alam yang asri dan teduh oleh pepohonan rindang.

Patung Bunda Maria Sendang Ratu Kenyo
Kompleks Gua Maria Sendang Ratu Kenyo berada tepat di tepi Jalan Raya Wonosari–Wonogiri, sehingga mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Bus besar biasanya menurunkan peziarah di tepi jalan, dan mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menelusuri jalan kecil tanpa aspal menuju lokasi gua.
Selain gua utama, tersedia pula sejumlah tempat berdoa lainnya. Di sisi kanan jalan setapak, pengunjung akan menemukan Salib Milenium dan sebuah patung Bunda Maria, yang oleh umat Katolik dipercaya sebagai perantara doa kepada Tuhan Yesus.
Menurut Darmi (63), seorang umat Paroki Santo Ignasius Danan, kunjungan ke Gua Maria Sendang Ratu Kenyo meningkat signifikan tahun ini, seiring perayaan Tahun Yubileum atau Tahun Doa.
“Bulan-bulan ini setiap Minggu pagi ramai umat datang untuk berdoa. Karena tahun ini merupakan Tahun Yubileum,” ujar Darmi saat ditemui IndonesiaBuzz, Sabtu sore (2/8/2025).
“Besok pagi bahkan akan diadakan misa kudus atau perayaan Ekaristi di tempat ini bersama umat Paroki Santo Ignasius Danan,” tambahnya.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola menyediakan fasilitas seperti tempat parkir, ruang doa, tempat duduk, serta kios perlengkapan rohani yang menjual rosario, buku doa, dan lilin. Kebersihan kawasan juga dijaga dengan baik. (Yudi.S/Koresponden Wonogiri)







