Monday, August 17, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Opini

Lingsir Wengi: Ketika Tembang Jawa Dipasung Mitos dan Didegradasi Ketakutan

Sebuah Refleksi Budaya atas Salah Tafsir Kolektif dan Pencemaran Memori Leluhur

by Redaksi IndonesiaBuzz
July 31, 2025
Reading Time: 4 mins read
Lingsir Wengi: Ketika Tembang Jawa Dipasung Mitos dan Didegradasi Ketakutan

(Ilustrasi: IB)

Oleh: KPA. Hari Andri Winarso Wartonagoro
Wakil Direktur Utama PT Sunan Nusantara Media, Jurnalis, Pemerhati Budaya
KPA. Hari Andri Winarso Wartonagoro

IndonesiaBuzz: Opini – Bukan rahasia lagi bahwa Lingsir Wengi, salah satu tembang Jawa yang paling dikenal di Indonesia saat ini, lebih sering dipersepsi sebagai lagu pemanggil arwah ketimbang kidung cinta. Ironis. Sebab apa yang seharusnya menjadi ekspresi estetika, spiritualitas, dan rindu dalam budaya Jawa, kini justru dikunci dalam bingkai mistis yang direproduksi terus-menerus oleh industri horor, sinema, dan media sosial.

Sebagai pemerhati budaya dan seorang jurnalis yang tumbuh bersama gelombang memori kolektif masyarakat Jawa, saya merasa perlu untuk mengurai ulang simpul yang salah kaprah ini. Bukan semata demi meluruskan sejarah, tetapi untuk membela martabat budaya yang terlalu lama ditafsirkan secara menyimpang.

Jejak Spiritual yang Dilupakan

Konon Lingsir Wengi adalah tembang yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga, wali besar yang menggunakan seni dan budaya sebagai medium dakwah Islam di tanah Jawa. Tembang ini diyakini menjadi bagian dari praktik spiritual selepas shalat malam, dipakai sebagai penolak bala, penjaga malam, dan pembuka dialog sunyi antara manusia dan Tuhan. Dalam tafsir ini, Lingsir Wengi adalah ekspresi wirid rasa, zikir yang dilantunkan dengan bahasa budaya, bukan hanya dengan lafaz syar’i.

Namun versi populer yang kini dikenal justru berasal dari Sukap Jiman, seniman dari Purwodadi yang menulisnya pada 1995. Ia menyusun lagu ini berdasarkan pengalaman pribadi: tentang rindu, cinta, dan keterpautan jiwa di larut malam. Tidak ada makhluk halus. Tidak ada gaib. Tidak ada mistik. Yang ada hanya kepedihan batin yang dilantunkan dengan cengkok lirih dan lirik puitis.

BeritaTerkait

7 Penyebab Utama Banyaknya Pejabat di Indo Berani Korupsi

7 Ciri Utama Lelaki Yang Menyembunyikan KetidakBahagiaan Kronis

Maka kita bertanya: sejak kapan rindu menjadi sesuatu yang menyeramkan?

Dari Cinta Menjadi Kutukan: Peran Sinema dalam Mengaburkan Makna

Segalanya berubah ketika film Kuntilanak (2006) menjadikan Lingsir Wengi sebagai soundtrack pemanggil setan. Dalam naskah film itu, lirik lagu dimodifikasi. Dimasukkan bait-bait yang mengandung unsur perintah kepada jin, padahal tidak pernah ada dalam versi asli. Adegan demi adegan menampilkan tembang ini sebagai semacam mantra pembuka dimensi lain.

Sejak itu, Lingsir Wengi tak pernah terdengar dengan cara yang sama. Lagu ini menjadi “hantu” bagi publik: sesuatu yang dihindari, dibisikkan dengan takut, atau dijadikan bahan uji nyali. Stigma ini terus tumbuh lewat konten media sosial, hingga meme horor yang beredar viral tanpa kontrol. Sayangnya, tak banyak yang berpikir kritis: bahwa kidung budaya telah dipaksa menjalani peran yang bukan miliknya.

Kita menyaksikan bagaimana budaya bisa dilucuti dari konteksnya, hanya demi sensasi.

Tembang Durma: Suara dari Jiwa, Bukan dari Dunia Gaib

Sebagai seorang peminat sastra Jawa klasik, saya merasa perlu mengingatkan bahwa Lingsir Wengi digubah dalam metrum macapat Durma, jenis tembang yang sarat dengan getaran emosional dan tegas, dalam, penuh penghayatan. Dalam tradisi macapat, setiap metrum punya suasana batin. Durma bukanlah tembang jahat, melainkan wadah ekspresi dari penderitaan batin yang luhur. Ia bisa menampung amarah, cinta, harapan, bahkan tangis jiwa.

Lalu mengapa, ketika digunakan dalam sinema, nada-nada ini tiba-tiba dikurung dalam citra horor?

Jawabannya sederhana: karena industri budaya kita telah lama menjual ketakutan sebagai komoditas massal. Dan ketakutan itu mudah disematkan pada hal-hal yang asing, klasik, dan tidak dipahami secara utuh oleh publik urban. Akibatnya, (mungkin) seluruh tembang Jawa yang pelan dan sendu terancam dikategorikan sebagai bagian dari “lagu misteri,” padahal tidak demikian.

Budaya Tidak Netral: Kita Harus Memilih Sisi

Tantangan hari ini bukan hanya soal meluruskan sejarah. Ini soal memilih: apakah kita akan membiarkan warisan budaya kita ditafsirkan oleh pasar dan industri yang hanya peduli pada engagement dan clickbait, ataukah kita akan merebut kembali narasi itu?

Membela Lingsir Wengi bukan sekadar membela sebuah lagu. Ini tentang membela integritas budaya. Tentang menyelamatkan memori kolektif dari distorsi komersial. Tentang menjaga ruang spiritual dan emosional yang dulu dibangun oleh para leluhur dengan getaran rasa, bukan getaran takut.

Kita tidak menolak modernitas. Tetapi modernitas yang sehat adalah yang tahu menghormati akar. Film boleh menafsirkan ulang, tetapi masyarakat harus diberi ruang untuk memahami dan membandingkan. Edukasi adalah kunci. Media, termasuk kami di IndonesiaBuzz.com—harus menjadi garda depan untuk memulihkan konteks budaya yang telah tercemar.

Menutup Malam, Membuka Rasa

Saya percaya, malam bukan hanya waktu tidur. Bagi budaya Jawa, malam adalah ruang spiritual. Dan Lingsir Wengi adalah salah satu pintunya. Tembang ini bukan suara hantu, ia adalah suara hati. Suara yang bergetar dari jiwa yang kesepian, mencintai dalam diam, dan mencari penghiburan dalam gelap.

Malam tidak perlu ditakuti, jika kita tahu cara mendengarkannya.

Dan Lingsir Wengi—kalau kita mau mendengar dengan benar, adalah pelajaran tentang itu: tentang mendengarkan rasa, bukan mitos. Tentang memulihkan makna, bukan menciptakan ketakutan palsu. Tentang menghormati tembang yang diciptakan untuk menyembuhkan, bukan untuk menakuti.

Semoga kita cukup berani untuk mendengarkannya kembali: tanpa takut, tanpa prasangka. @indonesiabuzz



*Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili posisi resmi perusahaan media

Tags: Budaya JawaHoror IndonesiaLingsir WengiOpini
Share227SendScan

Trending

Siswi Bojonegoro Jadi Komandan Paskibraka Jawa Timur 2026
News

Siswi Bojonegoro Jadi Komandan Paskibraka Jawa Timur 2026

7 minutes ago
BPBD Ngawi Bagikan Bendera Merah Putih Bersamaan dengan Droping Air Bersih ke Pelosok Desa
News

BPBD Ngawi Bagikan Bendera Merah Putih Bersamaan dengan Droping Air Bersih ke Pelosok Desa

20 minutes ago
HUT ke-81 RI, Pemkab Wonogiri Tekankan Makna Kemerdekaan sebagai Semangat Pengabdian
News

HUT ke-81 RI, Pemkab Wonogiri Tekankan Makna Kemerdekaan sebagai Semangat Pengabdian

31 minutes ago
Caruban Care Perkuat Pengabdian Sosial di Tahun Ke-10
News

Caruban Care Perkuat Pengabdian Sosial di Tahun Ke-10

23 hours ago
Auto Draft
News

KAI Daop 7 Madiun Hias Lokomotif Manja Bernuansa Merah Putih

24 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Siswi Bojonegoro Jadi Komandan Paskibraka Jawa Timur 2026

Siswi Bojonegoro Jadi Komandan Paskibraka Jawa Timur 2026

August 17, 2026
BPBD Ngawi Bagikan Bendera Merah Putih Bersamaan dengan Droping Air Bersih ke Pelosok Desa

BPBD Ngawi Bagikan Bendera Merah Putih Bersamaan dengan Droping Air Bersih ke Pelosok Desa

August 17, 2026

TERPOPULER

Sarana Damkar Ngawi Memprihatinkan, DPRD Sebut Kondisinya Darurat

Persinga Ngawi U-17 Bidik Tiket Nasional di Soeratin Cup Jatim 2026

Comeback Dramatis, Persinga U-17 Tekuk Mojokerto FC 3-1 di Laga Perdana Soeratin

Gudang dan Aula Lapas Ngawi Terbakar, Asap Hitam Membumbung hingga Jadi Perhatian Warga

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In