Thursday, June 25, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Opini

Lingsir Wengi: Ketika Tembang Jawa Dipasung Mitos dan Didegradasi Ketakutan

Sebuah Refleksi Budaya atas Salah Tafsir Kolektif dan Pencemaran Memori Leluhur

by Redaksi IndonesiaBuzz
July 31, 2025
Reading Time: 4 mins read
Lingsir Wengi: Ketika Tembang Jawa Dipasung Mitos dan Didegradasi Ketakutan

(Ilustrasi: IB)

Oleh: KPA. Hari Andri Winarso Wartonagoro
Wakil Direktur Utama PT Sunan Nusantara Media, Jurnalis, Pemerhati Budaya
KPA. Hari Andri Winarso Wartonagoro

IndonesiaBuzz: Opini – Bukan rahasia lagi bahwa Lingsir Wengi, salah satu tembang Jawa yang paling dikenal di Indonesia saat ini, lebih sering dipersepsi sebagai lagu pemanggil arwah ketimbang kidung cinta. Ironis. Sebab apa yang seharusnya menjadi ekspresi estetika, spiritualitas, dan rindu dalam budaya Jawa, kini justru dikunci dalam bingkai mistis yang direproduksi terus-menerus oleh industri horor, sinema, dan media sosial.

Sebagai pemerhati budaya dan seorang jurnalis yang tumbuh bersama gelombang memori kolektif masyarakat Jawa, saya merasa perlu untuk mengurai ulang simpul yang salah kaprah ini. Bukan semata demi meluruskan sejarah, tetapi untuk membela martabat budaya yang terlalu lama ditafsirkan secara menyimpang.

Jejak Spiritual yang Dilupakan

Konon Lingsir Wengi adalah tembang yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga, wali besar yang menggunakan seni dan budaya sebagai medium dakwah Islam di tanah Jawa. Tembang ini diyakini menjadi bagian dari praktik spiritual selepas shalat malam, dipakai sebagai penolak bala, penjaga malam, dan pembuka dialog sunyi antara manusia dan Tuhan. Dalam tafsir ini, Lingsir Wengi adalah ekspresi wirid rasa, zikir yang dilantunkan dengan bahasa budaya, bukan hanya dengan lafaz syar’i.

Namun versi populer yang kini dikenal justru berasal dari Sukap Jiman, seniman dari Purwodadi yang menulisnya pada 1995. Ia menyusun lagu ini berdasarkan pengalaman pribadi: tentang rindu, cinta, dan keterpautan jiwa di larut malam. Tidak ada makhluk halus. Tidak ada gaib. Tidak ada mistik. Yang ada hanya kepedihan batin yang dilantunkan dengan cengkok lirih dan lirik puitis.

BeritaTerkait

7 Penyebab Utama Banyaknya Pejabat di Indo Berani Korupsi

7 Ciri Utama Lelaki Yang Menyembunyikan KetidakBahagiaan Kronis

Maka kita bertanya: sejak kapan rindu menjadi sesuatu yang menyeramkan?

Dari Cinta Menjadi Kutukan: Peran Sinema dalam Mengaburkan Makna

Segalanya berubah ketika film Kuntilanak (2006) menjadikan Lingsir Wengi sebagai soundtrack pemanggil setan. Dalam naskah film itu, lirik lagu dimodifikasi. Dimasukkan bait-bait yang mengandung unsur perintah kepada jin, padahal tidak pernah ada dalam versi asli. Adegan demi adegan menampilkan tembang ini sebagai semacam mantra pembuka dimensi lain.

Sejak itu, Lingsir Wengi tak pernah terdengar dengan cara yang sama. Lagu ini menjadi “hantu” bagi publik: sesuatu yang dihindari, dibisikkan dengan takut, atau dijadikan bahan uji nyali. Stigma ini terus tumbuh lewat konten media sosial, hingga meme horor yang beredar viral tanpa kontrol. Sayangnya, tak banyak yang berpikir kritis: bahwa kidung budaya telah dipaksa menjalani peran yang bukan miliknya.

Kita menyaksikan bagaimana budaya bisa dilucuti dari konteksnya, hanya demi sensasi.

Tembang Durma: Suara dari Jiwa, Bukan dari Dunia Gaib

Sebagai seorang peminat sastra Jawa klasik, saya merasa perlu mengingatkan bahwa Lingsir Wengi digubah dalam metrum macapat Durma, jenis tembang yang sarat dengan getaran emosional dan tegas, dalam, penuh penghayatan. Dalam tradisi macapat, setiap metrum punya suasana batin. Durma bukanlah tembang jahat, melainkan wadah ekspresi dari penderitaan batin yang luhur. Ia bisa menampung amarah, cinta, harapan, bahkan tangis jiwa.

Lalu mengapa, ketika digunakan dalam sinema, nada-nada ini tiba-tiba dikurung dalam citra horor?

Jawabannya sederhana: karena industri budaya kita telah lama menjual ketakutan sebagai komoditas massal. Dan ketakutan itu mudah disematkan pada hal-hal yang asing, klasik, dan tidak dipahami secara utuh oleh publik urban. Akibatnya, (mungkin) seluruh tembang Jawa yang pelan dan sendu terancam dikategorikan sebagai bagian dari “lagu misteri,” padahal tidak demikian.

Budaya Tidak Netral: Kita Harus Memilih Sisi

Tantangan hari ini bukan hanya soal meluruskan sejarah. Ini soal memilih: apakah kita akan membiarkan warisan budaya kita ditafsirkan oleh pasar dan industri yang hanya peduli pada engagement dan clickbait, ataukah kita akan merebut kembali narasi itu?

Membela Lingsir Wengi bukan sekadar membela sebuah lagu. Ini tentang membela integritas budaya. Tentang menyelamatkan memori kolektif dari distorsi komersial. Tentang menjaga ruang spiritual dan emosional yang dulu dibangun oleh para leluhur dengan getaran rasa, bukan getaran takut.

Kita tidak menolak modernitas. Tetapi modernitas yang sehat adalah yang tahu menghormati akar. Film boleh menafsirkan ulang, tetapi masyarakat harus diberi ruang untuk memahami dan membandingkan. Edukasi adalah kunci. Media, termasuk kami di IndonesiaBuzz.com—harus menjadi garda depan untuk memulihkan konteks budaya yang telah tercemar.

Menutup Malam, Membuka Rasa

Saya percaya, malam bukan hanya waktu tidur. Bagi budaya Jawa, malam adalah ruang spiritual. Dan Lingsir Wengi adalah salah satu pintunya. Tembang ini bukan suara hantu, ia adalah suara hati. Suara yang bergetar dari jiwa yang kesepian, mencintai dalam diam, dan mencari penghiburan dalam gelap.

Malam tidak perlu ditakuti, jika kita tahu cara mendengarkannya.

Dan Lingsir Wengi—kalau kita mau mendengar dengan benar, adalah pelajaran tentang itu: tentang mendengarkan rasa, bukan mitos. Tentang memulihkan makna, bukan menciptakan ketakutan palsu. Tentang menghormati tembang yang diciptakan untuk menyembuhkan, bukan untuk menakuti.

Semoga kita cukup berani untuk mendengarkannya kembali: tanpa takut, tanpa prasangka. @indonesiabuzz



*Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili posisi resmi perusahaan media

Tags: Budaya JawaHoror IndonesiaLingsir WengiOpini
Share226SendScan

Trending

Buronan Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung Ditangkap, Polda Jabar Akhiri Pelarian Taufik Hidayat
News

Buronan Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung Ditangkap, Polda Jabar Akhiri Pelarian Taufik Hidayat

2 days ago
Polres Madiun Kota Gelar Ziarah Jelang HUT Bhayangkara ke-80
Halo Jatim

Polres Madiun Kota Gelar Ziarah Jelang HUT Bhayangkara ke-80

2 days ago
Auto Draft
Halo Jatim

Yayasan Pusaka dan KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan Pendidikan

2 days ago
Kuota SD Sekolah Rakyat di Ngawi Baru Terisi Tiga Siswa, Pemkab Usulkan Anak Panti Asuhan Jadi Solusi
News

Kuota SD Sekolah Rakyat di Ngawi Baru Terisi Tiga Siswa, Pemkab Usulkan Anak Panti Asuhan Jadi Solusi

2 days ago
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Madiun Gelar Bhakti Kesehatan, Donor Darah, dan Salurkan Bantuan Sosial
News

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Madiun Gelar Bhakti Kesehatan, Donor Darah, dan Salurkan Bantuan Sosial

2 days ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Buronan Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung Ditangkap, Polda Jabar Akhiri Pelarian Taufik Hidayat

Buronan Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung Ditangkap, Polda Jabar Akhiri Pelarian Taufik Hidayat

June 24, 2026
Polres Madiun Kota Gelar Ziarah Jelang HUT Bhayangkara ke-80

Polres Madiun Kota Gelar Ziarah Jelang HUT Bhayangkara ke-80

June 23, 2026

TERPOPULER

Kuota SD Sekolah Rakyat di Ngawi Baru Terisi Tiga Siswa, Pemkab Usulkan Anak Panti Asuhan Jadi Solusi

Serap Aspirasi Warga Ngawi, Budi Sulistyono Soroti Kondisi Ekonomi dan Dorong Evaluasi Program Pemerintah

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

Desa Batur Banjarnegara Sembelih 399 Hewan Kurban, Tradisi Gotong Royong Warga Jadi Sorotan Nasional

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In