Saturday, June 13, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Budaya

Candi Sanggrahan: Jejak Sunyi Peradaban Majapahit di Tanah Tulungagung

by Eko Sigit
July 23, 2025
Reading Time: 3 mins read
Candi Sanggrahan: Jejak Sunyi Peradaban Majapahit di Tanah Tulungagung

Candi Sanggrahan Terletak di desa Sanggrahan, kecamatan Boyolangu, Tulungagung Bangunan utama terbuat dari batu andesit, sedangkan bangunan kecil di sekitarnya dari bata,Rabu (23/7/25)siang. (Foto Ika Firgiyanti/Koresponden Tulungagung)

IndonesiaBuzz: Tulungagung, 23 Juli 2025 – Di sudut tenang Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, berdiri sebuah bangunan kuno yang memancarkan aura keagungan masa silam Candi Sanggrahan. Megah dalam kesunyian, candi ini merupakan peninggalan bersejarah dari era Kerajaan Majapahit yang diyakini dibangun pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, sekitar tahun 1358–1359 Masehi. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat pemujaan atau peribadatan, menjadi pusat kegiatan spiritual bagi umat Hindu dan Buddha di masanya.

Begitu melangkah ke kawasan candi, pengunjung akan disambut oleh suasana hening dan meneduhkan. Tak ada derai keramaian kota hanya angin, dedaunan, dan semerbak tanah purba yang menyapa. Meski tidak dipungut biaya masuk, situs ini tetap terawat dengan baik dan menarik minat para pelancong sejarah maupun peziarah spiritual, terutama di akhir pekan, dengan rata-rata 400 pengunjung setiap bulannya.

Dibalik kesakralan dan keasrian situs ini, ada dua sosok setia yang merawatnya, Muadin (42) dan Faisal (32), juru pelihara yang telah mengabdikan waktu dan tenaganya demi menjaga kemurnian candi. “Kami membersihkan candi dengan cara tradisional. Menggunakan sapu lidi dan sikat nilon, kami siram dengan air lalu digosok perlahan, agar batu-batu tua ini tidak rusak,” tutur Muadin.

Pelestarian Candi Sanggrahan bukan perkara mudah. Proyek pemugaran besar dimulai tahun 2014 dengan fokus pada bangunan utama, dan rampung delapan tahun kemudian di 2022 setelah penyempurnaan pagar pelindung. Namun, peninggalan sejarah tak hanya terbatas pada bangunan utama. Di sekeliling area, tersebar artefak masa lalu tugu pemujaan, umpak batu, bahkan pecahan gerabah kuno yang kerap ditemukan saat penggalian. Enam arca Buddha yang dulunya berdiri di lokasi kini disimpan di rumah juru kunci demi keamanan.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

Nama “Sanggrahan” sendiri diduga berasal dari istilah kuno yang merujuk pada tempat tinggal para pendeta atau wihara. Temuan pondasi bangunan profan yang cukup luas di sekitar kawasan memperkuat dugaan bahwa dahulu tempat ini merupakan kompleks keagamaan Buddha atau Hindu, tempat bermukim dan beribadahnya para pertapa atau resi.

Candi Sanggrahan merupakan situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi dan dipelajari. 

Candi Sanggrahan bukan hanya menyimpan memori sejarah, namun juga tetap hidup sebagai ruang spiritual masa kini. Pada malam 1 Suro yang lalu, misalnya, sekitar 200 umat Hindu dan Buddha dari Tulungagung dan Kediri berkumpul di sini. Doa-doa dilantunkan, dupa menyala, dan suasana sakral kembali menyelimuti batu-batu purba ini seperti ratusan tahun yang lalu.

Ketertarikan pada situs ini sudah berlangsung sejak zaman kolonial. Peneliti Belanda J. Knebel tercatat sebagai orang pertama yang mengkaji Candi Sanggrahan pada awal abad ke-20, melalui temuannya terhadap lima arca Dhyani-Buddha, meski sebagian besar sudah kehilangan kepala. Penelitian dilanjutkan oleh Oudheidkundige Dienst pada 1915, dan bahkan Sir Thomas Stamford Raffles sempat mencatat keberadaan candi ini dalam bukunya yang terbit pada 1917, disusul oleh pengamatan N.W. Hoepermans.

Kini, Candi Sanggrahan berdiri sebagai bukti bisu peradaban luhur. Dalam keheningannya, ia menyimpan kisah tentang spiritualitas, kemegahan arsitektur klasik, dan warisan budaya yang tak ternilai. Sebuah situs yang tak hanya layak dikunjungi, tetapi juga dihargai sebagai bagian dari identitas dan kebesaran Nusantara.(Ika Firgiyanti/Koresponden Tulungagung)

Tags: Candi SanggrahanDesa SanggrahanKecamatan BoyolanguKerajaan Majapahit Candi SanggrahanPeneliti Belanda J. Knebeltulungagung
Share225SendScan

Trending

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat
News

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

8 hours ago
Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan
News

Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

11 hours ago
BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah
News

BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

12 hours ago
Tiga Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Badan Geologi Tingkatkan Kewaspadaan
News

Tiga Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Badan Geologi Tingkatkan Kewaspadaan

17 hours ago
Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas
News

Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas

20 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

June 12, 2026
Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

June 12, 2026

TERPOPULER

SD Al Husna IFDS Madiun Konsisten Bentuk Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak

CV. Bangkit Apresiasi Pemkot Madiun Batalkan Tender Gedung Rawat Inap

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In