IndonesiaBuzz: Gunungkidul, 9 Juli 2025 – Tradisi Petik Laut kembali digelar oleh para nelayan Pantai Sadeng, Kalurahan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (9/7/2025). Tradisi tahunan ini menjadi simbol rasa syukur atas limpahan hasil laut serta sarana pelestarian budaya masyarakat pesisir.
Rangkaian kegiatan Petik Laut dimulai sejak 2 Juli 2025, diawali dengan turnamen bola voli putra. Pada 6 Juli digelar pertunjukan seni campursari, dan puncaknya berlangsung pada 9 Juli dengan kirab larung sesaji serta pertunjukan tayub. Dua kereta kencana dari Keraton Yogyakarta turut dihadirkan dalam kirab budaya tersebut, menambah suasana khidmat dan sakral.

Nelayan di pantai sedeng Gunung Kidul
Puncak prosesi ditandai dengan pelarungan sesaji ke laut menggunakan kapal khusus, diiringi oleh puluhan perahu nelayan. Sebelumnya, masyarakat menggelar kenduri dan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh setempat sebagai bentuk penghormatan dan harapan keselamatan.
Ketua Kelompok Nelayan Mina Raharja Pantai Sadeng, Sarpan, menjelaskan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1986 dan menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti.
“Rangkaian kegiatan Petik Laut berlangsung selama tujuh hari. Tradisi ini terselenggara berkat gotong royong masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak,” ujar Sarpan.
Ia menambahkan, pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya masyarakat, sumbangan donatur, serta Dana Keistimewaan (Danais). Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini juga bertujuan mempererat persatuan warga dan melestarikan kearifan lokal.
Sejumlah pejabat hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY R. Hery Sulistio Hermawan yang mewakili Gubernur DIY, Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul Slamet Jaka Mulyana, Kapolres Gunungkidul AKBP Miharni Hanapi, serta perwakilan dari Pol Airud.
Dalam sambutannya, R. Hery Sulistio Hermawan menyampaikan bahwa tradisi sedekah Petik Laut merupakan wujud syukur para nelayan atas berkah hasil laut yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan peran strategis nelayan dalam perekonomian daerah.
“Nelayan Pantai Sadeng merupakan salah satu tiang penyangga perekonomian Kabupaten Gunungkidul, dan insyaallah juga bagi Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.
Sebagai penutup, digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Bayu Aji. Acara ini turut menyedot perhatian warga dan wisatawan dari berbagai daerah, menambah kemeriahan suasana.
Tradisi Petik Laut kini tidak hanya menjadi simbol spiritual dan budaya, tetapi juga bagian dari warisan budaya tak benda yang terus dijaga dan dilestarikan.
“Petik Laut bukan hanya tradisi, tapi juga momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga kearifan lokal,” pungkas Sarpan.(Yudi S / Koresponden Wonogiri)



