IndonesiaBuzz: Travel & Staycation – Terletak di lereng Gunung Api Purba, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, desa ini kini menjadi sorotan dunia berkat keberhasilannya dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism / CBT). Inisiatif yang dimulai dari penghijauan sederhana pada 1999 kini menjelma menjadi destinasi wisata unggulan bertaraf internasional.
Transformasi Nglanggeran berawal dari upaya Karang Taruna setempat yang melakukan penghijauan di lahan tandus. Berkat dukungan pemerintah desa dan Dinas Pariwisata, terbentuklah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola potensi alam dan budaya secara kolektif.
“Kami mulai dari nol. Warga diajak menanam pohon, menjaga lingkungan, hingga perlahan-lahan mengenali potensi wisata. Kini, seluruh pengelolaan dilakukan masyarakat,” ujar Mursidi, Ketua Pokdarwis Nglanggeran.
Sejak SK No. 05/KPTS/1999 diterbitkan, Karang Taruna diberi mandat mengelola lahan seluas 48 hektare. Kini, Nglanggeran dikenal dengan dua daya tarik utama: Gunung Api Purba dan Embung Kebun Buah. Fasilitas wisata berkembang pesat, termasuk 79 homestay dan keterlibatan langsung lebih dari 99 warga dalam struktur pengelolaan.
Tidak hanya mengandalkan keindahan alam, Pokdarwis Nglanggeran juga aktif melakukan inovasi. Mereka memanfaatkan komunikasi partisipatif, promosi digital, serta mengadakan edukasi wisata berbasis alam dan budaya. Wisatawan dapat mengikuti workshop di Griya Coklat Nglanggeran, yang dikelola kelompok tani dan UMKM lokal.

Salah satu lokasi pesona di desa wisata Nglangeran.
“Wisata bukan sekadar kunjungan, tapi bagaimana masyarakat merasakan dampaknya. Dari segi ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga keberlanjutan budaya,” imbuh Mursidi.
Berkat kerja kolektif ini, Nglanggeran telah meraih sejumlah penghargaan prestisius: Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 dari UNWTO, ASEAN Sustainable Tourism Award, serta diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Network sejak 2015.
“Kunci keberhasilan kami adalah gotong royong. Wisata ini lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tambah Lilik Suharyanto, Bendahara Pokdarwis. (Dimas PP/Koresponden Jogjakarta)
Dapatkan breaking news dan pilihan berita terbaik langsung di ponselmu. Akses sekarang di IndonesiaBuzz.com WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VbB0Pi6GpLHNXUg9xv0g







