IndonesiaBuzz: Ponorogo, 27 Juni 2025 – Grup Reyog Brawijaya dari Universitas Brawijaya (UB) Malang resmi dinobatkan sebagai Juara I Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX tahun 2025.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan UB membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia, Kamis malam (26/6/2025).Pengumuman pemenang disampaikan dalam acara penutupan Grebeg Suro 2025 di Alun-alun Ponorogo.
Reyog Brawijaya sukses mengungguli puluhan peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk grup-grup lokal dari Ponorogo sebagai tuan rumah.
“Sebenarnya kita tidak menuntut hasil. Yang terpenting itu bagaimana kita menyajikan proses sajian yang terbaik untuk masyarakat Ponorogo maupun masyarakat dunia, karena reog ini sudah masuk (diakui) UNESCO,”— Prof. Dr. Eng. Ir. Denny Widhiyanuriyawan, ST., MT., Pembina Reyog Brawijaya.
Daftar Pemenang FNRP XXX 2025Berdasarkan penilaian dewan juri selama kompetisi yang berlangsung pada 22–25 Juni 2025, berikut daftar grup terbaik:
1. Reyog Brawijaya – Universitas Brawijaya Malang
2. Gajah Manggolo – SMAN 1 Ponorogo
3. Kridha Taruna – SMAN 2 Ponorogo
4. Kencana Dewi – Hotel Ponorogo
5. Bantarangin Singo Wijoyo – DKI Jakarta
6. Singo Caraka Kusuma – Eks PB Arjowinangun
7. Reyog Tigang Juru Lamajang – Kabupaten Lumajang
8. Manggolo Mudho – Pawargo Yogyakarta
9. Reyog Watoe Dhakon – Universitas Islam Negeri Ponorogo
10. Taruno Suryo – SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo
Prof. Denny menyampaikan bahwa FNRP tahun ini mengalami peningkatan signifikan, terutama dari sisi jumlah peserta yang mencapai lebih dari 40 grup.
Persaingan antar peserta pun berlangsung ketat.
“Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang secara konsisten menyelenggarakan acara pelestarian budaya ini. Penetapan Reog sebagai warisan budaya tak benda UNESCO di tahun ke-30 FNRP ini adalah kebanggaan luar biasa bagi bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Seluruh penampilan peserta disambut meriah oleh masyarakat Ponorogo, penonton luar daerah, bahkan pengunjung dari mancanegara.
Kemeriahan FNRP XXX ini diharapkan menjadi pemicu semangat generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Reog Ponorogo sebagai identitas bangsa.







