IndonesiaBuzz : Ponorogo, 22 Juni 2025 – Proyek pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kecamatan Sampung mulai menunjukkan dampak positif terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah sekitarnya.
Berbagai program strategis dari Pemerintah Pusat mulai mengalir ke daerah ini sebagai efek domino dari mega proyek wisata budaya tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) telah menggelontorkan dana sebesar Rp 10,6 miliar pada tahun 2024.
“Lingkungan sekitar monumen telah ditata. Jalan diperbaiki, kawasan dipercantik, dan fasilitas ditingkatkan. Ini bagian dari skema pembangunan tematik dan holistik untuk mendukung ekosistem wisata,” ujar Jamus, Jumat (20/6/2025).
Dana tersebut difokuskan pada penataan kawasan penyangga MRMP, mencakup pembangunan jalan paving, drainase, pengolahan air limbah komunal, jaringan air minum, serta tempat pembuangan sampah berbasis konsep 3R (reduce, reuse, recycle).
Tahun ini, Pemkab Ponorogo juga memprioritaskan penyelesaian segmen drainase yang belum rampung, khususnya di sekitar Pasar Sampung. Sistem saluran yang digunakan adalah pracetak U-ditch untuk percepatan pengerjaan.
“Hanya dua bulan pekerjaan bisa selesai. Sistemnya praktis: gali, pasang, tutup,” imbuh Jamus.
Sebagai tindak lanjut dari penataan kawasan ini, Pemkab menargetkan masuk dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) pada 2026. Fokus utamanya adalah peningkatan ruas jalan strategis menuju kawasan MRMP guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Infrastruktur jalan menuju MRMP sangat layak masuk dalam kriteria IJD. Konektivitas mutlak diperlukan untuk menyambut monumen ketika difungsikan nanti,” tegasnya.
Jamus juga memerinci bahwa akses jalan menuju MRMP dari berbagai arah kini sudah tersambung dengan baik.
Jalur dari Sarangan dan Tawangmangu bisa melalui Sampung-Parang, dari Wonogiri lewat Pohijo-Sampung, dan dari Madiun melalui Sampung-Bangunrejo-Danyang-Mlilir.
Sementara itu, akses dari Kota Ponorogo melalui Somoroto-Ngambakan juga telah diperlebar dan diaspal.
Menurut Jamus, penataan kawasan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi besar dalam membangkitkan sektor budaya dan ekonomi di Bumi Reog.
“Monumen Reog dan MRMP menjadi katalis pengembangan sektor jasa dan pariwisata, yang ke depan diharapkan mengimbangi dominasi sektor pertanian dalam struktur ekonomi Ponorogo,” pungkasnya.





