Wednesday, July 29, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

Asal Usul Kebo Bule Kyai Slamet, Penolak Bala dari Masa Pakubuwono II

by Jeje
June 19, 2025
Reading Time: 2 mins read
Asal Usul Kebo Bule Kyai Slamet, Penolak Bala dari Masa Pakubuwono II

Kebo Bule Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (19/6/25), Siang ( Foto dok. IB )

IndonesiaBuzz: historia – Dalam gelap malam 1 Suro, saat kalender Jawa berganti tahun, puluhan abdi dalem keraton melangkah pelan membawa pusaka-pusaka sakral. Di antara mereka, sepasang mata merah jernih dan tubuh albino menyita perhatian Kebo Bule Kyai Slamet, kerbau putih keramat yang setiap tahun ikut dalam Kirab Malam Suro, tetap menjadi ikon spiritual yang tak tergantikan.

Kebo Bule bukan sekadar binatang peliharaan keraton. Ia adalah bagian dari narasi panjang spiritualisme Jawa, politik kerajaan, hingga simbol perlindungan rakyat kecil.

Hadiah dari Tegalsari

Kisahnya bermula pada pertengahan abad ke-18. Usai berhasil merebut kembali Keraton Kartasura dari tangan pemberontak, Pakubuwono II menerima hadiah istimewa dari Kyai Hasan Besari, ulama dan pengasuh Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Hadiah itu adalah kerbau albino yang kelak diberi nama Kyai Slamet.

Di masa itu, pemberian binatang putih bukan hal sepele. Warna putih dalam kosmologi Jawa melambangkan kesucian dan penjaga harmoni alam. Bagi Pakubuwono II, kerbau ini bukan hanya simbol persahabatan politik dan spiritual dengan kalangan ulama, tetapi juga lambang penundukan kekacauan dan pembuka era baru kerajaan.

BeritaTerkait

Nahdlatul Ulama, Dari Surau Desa Menuju Revolusi Peradaban Islam Nusantara

Nani Nurani, Penyanyi Istana yang Jadi Tapol G30S Tanpa Terbukti Salah

Pengawal Pusaka dan Penunjuk Tanah

Dalam sejarah lisan keraton, Kebo Bule dipercaya turut membantu proses penentuan lokasi Keraton Surakarta ketika Pakubuwono II memindahkan pusat kekuasaan dari Kartasura ke Sala pada 1745. Disebutkan, kerbau itu dilepas ke arah timur, dan tempat di mana ia berhenti dianggap sebagai lokasi ideal untuk membangun istana baru di tepi Bengawan Solo.

Sejak saat itu, Kebo Bule menjadi pengiring utama pusaka Kyai Slamet dalam kirab malam 1 Suro. Bersama pusaka-pusaka keramat lain, ia mengelilingi kota dalam keheningan tanpa suara, membawa doa dan harapan bagi keselamatan negeri.

Simbol Rakyat dan Penolak Bala

Kerbau, dalam budaya Jawa agraris, bukan sekadar hewan ternak. Ia adalah sahabat petani, lambang kerja keras, dan simbol rakyat kecil. Kebo Bule Kyai Slamet mewakili kelas bawah yang tak bersuara namun menopang kehidupan. Dalam ritual malam Suro, kehadirannya dipercaya mampu menolak bala, menyerap energi negatif, dan menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan tak kasat mata.

Tradisi ini pun tidak pernah absen, bahkan saat masa sulit atau gejolak politik. Bagi masyarakat Solo, Kebo Bule bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga jimat budaya. Ia bukan milik keraton semata, tetapi milik kolektif ingatan warga.

Tags: Budaya JawaKebo Bule Kyai SlametKeraton Surakartakerbau putih keramatKirab 1 suroKyai Hasan BesariPakubuwono IIpenolak balasejarah keraton Jawasejarah soloTegalsari Ponorogo
Share222SendScan

Trending

Persinga U-17 Tuan Rumah Grup A Piala Soeratin Jatim 2026, Bidik Tiket ke Putaran Nasional
News

Persinga U-17 Tuan Rumah Grup A Piala Soeratin Jatim 2026, Bidik Tiket ke Putaran Nasional

7 days ago
Sinergi Polri, TNI, Relawan, dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Wonogiri, 1,5 Hektare Terdampak
News

Sinergi Polri, TNI, Relawan, dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Wonogiri, 1,5 Hektare Terdampak

7 days ago
Ngawi Matangkan Persiapan POPDA Jatim XV 2026, Seleksi Atlet dan Kesiapan Venue Jadi Fokus
News

Ngawi Matangkan Persiapan POPDA Jatim XV 2026, Seleksi Atlet dan Kesiapan Venue Jadi Fokus

7 days ago
Bupati Madiun Terima Penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026
Halo Jatim

Bupati Madiun Terima Penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026

1 week ago
Wonogiri Jadi Tuan Rumah Pra POPDA Zona II Jateng 2026, 659 Atlet Pelajar Berebut Tiket ke Semarang
News

Wonogiri Jadi Tuan Rumah Pra POPDA Zona II Jateng 2026, 659 Atlet Pelajar Berebut Tiket ke Semarang

1 week ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Persinga U-17 Tuan Rumah Grup A Piala Soeratin Jatim 2026, Bidik Tiket ke Putaran Nasional

Persinga U-17 Tuan Rumah Grup A Piala Soeratin Jatim 2026, Bidik Tiket ke Putaran Nasional

July 22, 2026
Sinergi Polri, TNI, Relawan, dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Wonogiri, 1,5 Hektare Terdampak

Sinergi Polri, TNI, Relawan, dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Wonogiri, 1,5 Hektare Terdampak

July 22, 2026

TERPOPULER

Stigma Rasuah Picu Protes Pedagang Pasar Kota Madiun

PT Rizkitama Tirta Fastabiq Konsolidasikan Pembangunan Dapur MBG, Perkuat Standar ISO dan Komitmen Mutu

Polres Wonosobo Ungkap Peredaran Tembakau Sintetis, Seorang Pria Diamankan dengan Barang Bukti 16,36 Gram

Palsukan STNK untuk Gadai Mobil, Dua Pelaku Diamankan Polda Jateng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In