IndonwsiaBuzz: Solo, 14 Juni 2025 – Clarisca Audyta Permata, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dalam Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor UMS periode IV tahun akademik 2024/2025 yang digelar di Edutorium KH. Ahmad Dahlan, Sabtu (14/6/2025). Clarisca meraih IPK sempurna, 4.00, dan berkesempatan menyampaikan kesan dan pesan di hadapan para senat dan hadirin.
Dalam pidatonya, Clarisca menyampaikan kebanggaannya menjadi bagian dari UMS yang menurutnya bukan hanya tempat menimba ilmu, namun juga ruang pembentukan karakter, jejaring, serta toleransi lintas suku, agama, dan ras. Ia juga membagikan kiat sukses akademik, mulai dari konsistensi menyelesaikan tugas tanpa menunda hingga pentingnya memiliki lingkungan pertemanan yang suportif.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi Clarisca. Ia mengusulkan pemberian beasiswa penuh untuk program magister serta bantuan penyaluran kerja dari universitas.
“Atas nama universitas, kami memberikan apresiasi dan selamat. Mohon disetujui para senat, memberikan full beasiswa ke program magister, termasuk nanti UMS mencarikan pekerjaan,” ungkap Prof. Harun di hadapan para wisudawan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Harun yang juga menjabat Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, menegaskan bahwa UMS terus menorehkan prestasi sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Ia menyebutkan, dari 219 perguruan tinggi di Jawa Tengah, UMS memiliki jumlah program studi terbanyak dengan 78 prodi aktif dan 62 guru besar—angka tertinggi di wilayah tersebut.
UMS juga mencatatkan diri sebagai universitas dengan program doktoral (S3) terbanyak di Indonesia, yakni delapan program. Ke depan, UMS berkomitmen menambah program S3 di bidang kedokteran, kesehatan, dan informatika.
Menutup sambutannya, Prof. Harun berpesan kepada seluruh wisudawan agar selalu rendah hati dan menyayangi orang tua. Ia menekankan pentingnya sikap santun dan kasih sayang sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.







