IndinesiaBuzz: Karanganyar, 11 Juni 2025 – Suasana duka menyelimuti keluarga Danendra Arvin Rasendria Riyadi (16), pelajar SMK Negeri Kerjo asal Wungu Rejo, Kedawung, Sragen, yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai di aliran Kali Samin, Dusun Pakem, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (10/6/2025).
Remaja tersebut diketahui tengah memancing bersama tiga rekannya, masing-masing Danu (15), Izafal (15), dan Dimas (15). Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 11.30 WIB menuju wilayah Tawangmangu untuk menikmati waktu bersama di alam bebas.
Dalam perjalanan, hujan sempat mengguyur wilayah Karangpandan. Mereka berhenti sejenak di sebuah masjid untuk melaksanakan Salat Duhur. Usai hujan reda, perjalanan dilanjutkan hingga mereka tiba di aliran Kali Samin sekitar pukul 12.45 WIB.
Di lokasi, salah satu teman korban, Danu, sempat mencoba menyeberangi sungai, namun segera mengurungkan niatnya karena derasnya arus. Ia pun memperingatkan rekan-rekannya agar tidak menyeberang. Namun nahas, Danendra tetap mencoba menyebrangi arus sungai dan akhirnya terseret derasnya aliran air.
Teman-teman korban sempat berupaya menolong dengan menjulurkan batang kayu, namun tak berhasil menyelamatkan Danendra. Ia terseret arus dan menghilang dari pandangan.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Tawangmangu serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, masyarakat, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan penyisiran.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB atau satu jam lebih setelah kejadian, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di antara bebatuan sungai sekitar satu kilometer dari lokasi awal ia terseret.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di antara bebatuan aliran Kali Samin. Berdasarkan pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas Tawangmangu, terdapat luka-luka di tubuh korban akibat benturan dengan bebatuan, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ungkap Hendro.
Pihak keluarga korban menerima musibah ini dengan ikhlas dan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. Jenazah korban pun langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.





