IndonesiaBuzz: Jakarta, 30 April 2025 — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara tegas menolak wacana pengiriman anak-anak yang dinilai bermasalah ke barak militer sebagaimana direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurut Luthfi, pendekatan militeristik tidak relevan dalam penanganan kenakalan remaja di wilayahnya.
“Kalau anak di bawah umur, kami kembalikan ke orang tuanya. Kalau anak-anak sudah di atas umur dan melakukan tindak pidana, kami sidik tuntas terkait dengan tindak pidananya,” ujar Luthfi saat ditemui di Kompleks Parlemen DPR/MPR, Jakarta, Rabu (30/4).
Luthfi menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalankan sistem pembinaan anak berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa anak di bawah umur masih berada dalam lingkup tanggung jawab sekolah dan orang tua, sedangkan pelaku pidana berusia dewasa tetap akan diproses sesuai hukum.
“Kami lakukan jerat pidana agar memberi efek jera. Dan buktinya di Jawa Tengah mampu untuk mengatasi itu semua,” imbuhnya.
Meskipun tidak sepakat, Luthfi menghargai langkah Gubernur Dedi Mulyadi yang mengusulkan pendekatan pendidikan ala militer. Namun, ia menilai kebijakan baru tidak diperlukan selama aturan yang berlaku masih efektif.
“Kan sudah ada aturan hukumnya, kenapa harus mengarang-ngarang. Kami sih nggak usah, sesuai ketentuan aja,” tegas mantan Kapolda Jawa Tengah itu.







