IndonesiaBuzz: Semarang, 30 April 2025 – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa keberadaan buruh di wilayahnya merupakan investasi yang perlu dijaga kesejahteraannya. Menurut Luthfi, kesejahteraan buruh memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi yang dihuni lebih dari 37 juta jiwa ini.
“Jateng banyak melakukan kemajuan-kemajuan. Buruh tak hanya sebagai alat produksi, namun merupakan suatu investasi yang harus kita jaga, sehingga perlu adanya jaminan-jaminan pemerintah,” ujar Luthfi dalam Dialog Ketenagakerjaan yang digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Selasa (29/4/2025).
Gubernur yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jateng ini menambahkan bahwa komunikasi yang harmonis antara pemerintah, buruh, dan pengusaha menjadi kunci utama untuk mencapai keseimbangan. “Dengan demikian, buruh dapat bekerja dengan nyaman karena sejahtera, dan pengusaha pun dapat menerima keuntungan dari usaha mereka,” lanjut Luthfi.
Dalam dialog tersebut, Luthfi juga menekankan komitmennya untuk terus menarik investor ke Jawa Tengah guna memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sebelumnya, pada 15 April 2025, Luthfi berbicara di Indonesia Investment Summit yang diselenggarakan di Swissotel PIK Jakarta, di hadapan lebih dari 100 investor dari lima negara: China, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Indonesia.
“Gubernur juga harus bisa marketing. Saya juga jualan. Saya temui semua investor itu. Ada seratusan investor dari berbagai negara,” ujar Luthfi mengenai upaya menarik investasi ke Jateng.
Dalam kesempatan yang sama, Luthfi menyatakan keinginannya agar buruh di Jateng mendapatkan jaminan hukum, upah yang layak, serta jaminan kesehatan dan kesejahteraan lainnya. Salah satu langkah konkret yang telah diambil pemerintah provinsi adalah pembentukan desk tenaga kerja di Polda Jawa Tengah, yang bertugas mengawal persoalan hubungan industrial agar dapat diselesaikan dengan baik.
Dengan segala upaya ini, Luthfi berharap Jawa Tengah dapat terus maju dan memberikan manfaat yang seimbang bagi seluruh lapisan masyarakat.







