IndonesiaBuzz: Semarang, 12 Februari 2025 – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengingatkan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah untuk tetap waspada dalam pengendalian inflasi menjelang Ramadhan 1446 Hijriah, meski kondisi inflasi di wilayah tersebut saat ini masih terkendali.
“Kondisi ini sangat baik ketika menghadapi bulan puasa dan Lebaran,” ujar Nana dalam pernyataannya di Semarang, Kamis (13/2/2025).
Menurut Nana, inflasi di Jateng pada Januari 2025 tercatat sebesar 1,28 persen secara year on year (YoY). Meski angka tersebut tergolong rendah, TPID Jateng bersama seluruh kepala daerah dan pihak terkait lainnya diminta untuk tetap memberikan perhatian penuh terhadap pengendalian inflasi.
Beberapa faktor yang perlu diwaspadai antara lain curah hujan tinggi yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan distribusi barang jika tidak ditangani dengan strategi dan adaptasi yang tepat. Selain itu, peningkatan jumlah pemudik yang masuk dan melintasi wilayah Jateng juga berpotensi meningkatkan kebutuhan bahan pokok.
Sebagai lumbung pangan nasional, Jateng memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan dan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Nana menegaskan pentingnya upaya peningkatan produktivitas padi, pengembangan pangan lokal seperti mocaf dan sorgum, hilirisasi produk pangan, serta penguatan data neraca pangan daerah.
Nana juga menyebut beberapa langkah strategis yang perlu diambil, seperti optimalisasi badan usaha milik daerah (BUMD), pengembangan rantai pasok (supply chain), pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), serta mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembiayaan sektor pangan.
“Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, serta memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Jateng,” tutupnya.







