IndonesiaBuzz: Madiun, 6 Februari 2025 – Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan bahwa Polri dan media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Hal ini ia sampaikan dalam acara silaturahmi dan makan siang bersama wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Irjen Sandi, media berperan penting dalam menjaga transparansi serta membangun komunikasi yang efektif antara Polri dan masyarakat.
Oleh karena itu, kemitraan yang baik antara keduanya harus terus dijaga agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipercaya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Lembaga Peneliti Republik Damai (REDAM) Provinsi Jawa Timur, Noorman Susanto, menyampaikan dukungannya terhadap sinergi antara Polri dan media.
Ia menekankan bahwa transparansi informasi sangat diperlukan, namun Polri juga harus lebih selektif dalam memilih media sebagai mitra.
“Saya mendukung pernyataan Irjen Sandi Nugroho. Transparansi dan keterbukaan publik memang sangat diperlukan. Namun, Humas Polri harus lebih selektif dalam bermitra dengan media agar informasi yang disampaikan tetap berimbang dan terpercaya,” ujar Noorman, Rabu (05/02/2025).
Menurutnya, kebebasan pers saat ini telah melahirkan banyak perusahaan media yang tidak jelas legalitasnya.
Fenomena ini berdampak positif dalam mendorong keterbukaan informasi, tetapi juga menimbulkan konsekuensi negatif, seperti munculnya oknum wartawan yang mengabaikan kode etik jurnalistik.
Noorman juga menyoroti bahwa profesi wartawan kini semakin terbuka bagi siapa saja, sehingga muncul anggapan bahwa menjadi wartawan adalah pekerjaan yang mudah.
Banyak yang hanya menghadiri konferensi pers tanpa melakukan investigasi mendalam, yang menurutnya terjadi di berbagai wilayah Kepolisian Resor (Polres).
“Wartawan sejati adalah mereka yang menjalankan tugas jurnalistik secara teratur dan berpegang pada etika profesi. Dalam Pasal 1 ayat (4) UU Pers, disebutkan bahwa wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap profesi, termasuk wartawan, harus memiliki kompetensi yang memadai. Wartawan tidak hanya bekerja untuk profesinya, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap karyanya.
Dengan adanya perhatian terhadap kualitas kemitraan media, diharapkan Polri dapat menyampaikan informasi yang lebih akurat, transparan, dan tetap menjaga kepercayaan publik.







