IndonesiaBuzz: Ekonomi & Bisnis – Bukalapak secara resmi menghentikan layanan marketplace untuk penjualan produk fisik mulai Selasa (7/1/2025). Langkah ini diumumkan melalui blog resmi perusahaan sebagai bagian dari strategi transformasi bisnisnya menuju digitalisasi.
Dalam keterangan resmi, Bukalapak menjelaskan bahwa penghentian layanan ini bertujuan meningkatkan fokus pada penjualan produk virtual, seperti pulsa prabayar, token listrik, dan voucer digital.
“Kami ingin menginformasikan bahwa Bukalapak akan menjalani transformasi dalam upaya untuk meningkatkan fokus pada Produk Virtual,” tulis Bukalapak dalam blog tersebut.
Sebagai bagian dari transformasi ini, Direktur Bukalapak, Victor Lesmana, bertemu dengan Menteri Perdagangan, Budi Santoso, di Jakarta, Jumat (10/1/2025). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis Bukalapak dalam mendukung transformasi ekonomi digital di Indonesia.
Menteri Perdagangan menyambut baik langkah ini. “Kami mendukung inisiatif Bukalapak untuk memperkuat digitalisasi perekonomian, khususnya melalui dukungan terhadap UMKM dan digitalisasi warung,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Minggu (12/1/2025).
Penghentian layanan marketplace produk fisik berarti Bukalapak tidak lagi menjual barang seperti elektronik, pakaian, atau kosmetik. Sebagai gantinya, perusahaan akan memusatkan bisnisnya pada produk digital. Transformasi ini dilakukan setelah 15 tahun Bukalapak beroperasi sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia.
Selain itu, Bukalapak berkomitmen memprioritaskan produk lokal, termasuk gim digital, dengan memberikan pelatihan, kurasi produk, dan promosi kepada UMKM. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di era digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Transformasi strategis Bukalapak diumumkan secara resmi pada 7 Januari 2025 melalui blog perusahaan dan didiskusikan bersama pemerintah dalam pertemuan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.



