Indonesiabuzz.com : Jateng, 23 Desember 2024 – Alasan batalnya lomba Tari Tingkat Nasional yang seharusnya digelar di Taman Indonesia Kaya (TIK) Semarang, pada Jumat (20/12/2024) akhirnya diungkap oleh Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana, Kepemudaan dan Olahraga, Biro Kesra Setda Provinsi Jateng, Woro Boedisayekti.
Woro menjelaskan bahwa pihak penyelenggara yakni Semarang Economy Creative (SEC) terlambat dalam pengajuan 60 piala Gubernur kepada Pemprov Jateng. Pasalnya, Woro mengatakan bahwa pengajuan seperti tersebut diatas seharusnya diajukan minimal 1 tahun sebelum jadwal acara. Sedangkan diketahui bahwa pihak penyelenggara mengajukan permohonan pada Selasa (17/12/2024)
“Surat kemarin itu 17 Desember, kegiatannya tanggal 20. Minta 60 piala, kebetulan kegiatan akhir tahun sudah tidak memungkinkan,” tegas Woro, Senin (23/12/2024).
“Mereka minta bantuan piala dengan mencantumkan nama gubernur. Tapi itu kan harus ada proses pengajuan yang tidak cepat, tapi mereka sudah mengeluarkan flyer itu jauh hari sebelum surat sampai ke gubernur,” lanjutnya.
“Kita sudah sampaikan, kita tidak bisa membantu berarti kan sudah tidak kita izinkan. Suratnya kemarin masuknya ke Gubernur, turunnya ke Dinkop (Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah),” tuturnya.
Ditanya tentang langkah hukum yang mungkin dilakukan oleh pihak penyelenggara, Woro menjawab bahwa langkah hukum mungkin hanya akan dilakukan oleh pihak yang merasa benar-benar dirugikan.
“Kalau langkah hukum mungkin dari pihak yang dirugikan saja, antar dua pihak,” pungkasnya.
Diketahui ada 35 kelompok yang telah mendaftar di lomba tari tersebut dengan total lebih dari 240 peserta yang batal tampil. (Puthut-Red)







