IndonesiaBuzz: Kesehatan – Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (ADHD) adalah kondisi yang umum terjadi pada anak, dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan. Namun, menurut studi terbaru, faktor gaya pengasuhan dan temperamen anak ternyata memiliki peran penting dalam memengaruhi risiko ADHD pada anak.
Apa Itu ADHD?
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan yang kompleks, sering kali dikaitkan dengan perilaku impulsif, kurangnya perhatian, dan hiperaktivitas. Anak dengan ADHD kesulitan untuk berkonsentrasi dan cenderung memiliki energi yang tinggi, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pola asuh mereka.
Siapa yang Berisiko Mengalami ADHD?
Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan temperamen tertentu dan pola asuh tertentu lebih rentan terhadap ADHD. American Academy of Pediatrics mengidentifikasi sembilan karakteristik temperamen, di antaranya keteraturan, kemampuan adaptasi, dan intensitas respons emosional. Anak-anak dengan aktivitas fisik tinggi dan respons emosional intens lebih berisiko menunjukkan gejala ADHD.
Bagaimana Peran Pola Asuh pada Anak dengan Risiko ADHD?
Menurut Heather Henderson, profesor psikologi di Universitas Waterloo, gaya pengasuhan yang direktif atau berorientasi pengarahan terbukti efektif dalam membantu anak-anak mengelola gejala ADHD. Pola asuh ini tidak bersifat mengontrol, melainkan mendukung dengan cara memberikan isyarat fisik dan verbal secara konsisten ketika anak memerlukan arahan.
“Pendekatan ini seperti perancah pada bangunan. Di awal, orang tua memberikan banyak arahan sebagai penyangga, namun seiring anak tumbuh, dukungan ini dikurangi agar anak dapat belajar mandiri,” ujar Henderson.
Mengapa Pola Asuh yang Sesuai Penting?
Anak-anak dengan pola asuh yang adaptif, seperti tiang penyangga, memiliki kesempatan lebih baik dalam mengembangkan kemampuan mengatur perilaku mereka sendiri. Sebaliknya, pola asuh yang terlalu mengawasi (helicopter parenting) atau terlalu permisif bisa menghambat anak dalam belajar menyelesaikan masalah sendiri. Pada akhirnya, mereka mungkin kesulitan mengelola emosinya, yang bisa memperburuk gejala ADHD.
Kapan Orang Tua Perlu Menyesuaikan Pola Asuh?
Orang tua disarankan untuk mengamati temperamen anak dan menyesuaikan gaya asuh sejak dini. Dengan memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi namun tetap dalam bimbingan yang fleksibel, anak-anak dengan potensi ADHD dapat belajar mengatur dirinya sendiri dan merespons situasi stres secara efektif.
Bagaimana Mengantisipasi ADHD pada Anak?
Meski ADHD tidak dapat dicegah sepenuhnya, orang tua yang mendukung perkembangan temperamen dan memberikan pola asuh yang adaptif dapat membantu mengurangi risiko gejala ADHD. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, oleh karena itu penting untuk menyesuaikan pola asuh yang paling sesuai dengan karakteristik anak.
Gaya asuh yang tepat dapat menjadi kunci dalam membantu anak mengelola perilaku dan emosi mereka, menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. @wara-e







