IndonesiaBuzz: Ngawi, 30 Aggustus 2024 – Di Kabupaten Ngawi, setidaknya enam desa yang tersebar di empat kecamatan mengalami krisis air bersih. Desa-desa tersebut adalah Banjarbanggi dan Cantel di Kecamatan Pitu, Jagir di Kecamatan Sine, Suruh dan Kenongorejo di Kecamatan Bringin, serta Desa Kerek di Kecamatan Ngawi.
Kekeringan panjang yang terjadi selama musim kemarau semakin memperparah kondisi ini. Warga Desa Kerek harus rela antre untuk mendapatkan air bersih dari sumur tetangga yang masih memiliki sedikit air. Air tersebut digunakan dengan sangat hemat hanya untuk kebutuhan dasar, seperti mencuci dan memasak.
Sani, salah satu warga Desa Kerek, mengungkapkan ketidaknyamanannya karena harus terus-menerus meminta air kepada tetangganya.
“Nggak enak terus-terusan minta air ke tetangga, karena meski dikasih uang pun mereka tidak mau. Air ini untuk mencuci dan memasak. Sumur di sini sudah kering, dan belum ada bantuan air yang datang,” keluhnya.
Setidaknya terdapat 20 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga banyak warga yang memutuskan untuk menggali sumur baru karena sumur yang lama sudah mengering. Warga masih menunggu adanya bantuan air bersih dari pemerintah daerah.
Kondisi ini diperkirakan akan semakin parah dengan puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada pertengahan September 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi telah memetakan sebanyak 23 desa di delapan kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih selama puncak musim kemarau.
Untuk mengatasi masalah ini, BPBD Ngawi telah melakukan droping air secara rutin, setidaknya tiga kali dalam seminggu. Partoyo, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi krisis air bersih di desa-desa yang berpotensi terdampak.







