Indonesiabuzz.com : Surakarta, 21 Agustus 2024 – Belum lama ini Museum Keris Nusantara Surakarta, Jawa Tengah memiliki keris koleksi baru yang di klaim berasal dari abad 9 Masehi.
Karena umurnya yang begitu tua, yakni sekitar 12 abad, keris tersebut harus dirawat secara khusus oleh pihak museum.
Menurut Edukator Museum Keris Nusantara Anjang Pratama, keris tersebut berjenis Puthut, namun ada juga yang menyebutnya sebagai Keris Sajen.
Dengan panjang sekitar 15 cm, dengan karakter tipis mulai dari bawah hingga atas dan tidak memiliki ‘luk’ (lengkung).
Menurut catatan, keris tersebut ditemukan ketika Belanda melakukan pemugaran Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, pada awal 1900-an. Tepatnya di dalam stupa utama Cabdi Borobudur.
Biasanya, seorang raja atau pemangku tahta akan menggunakan keris sebagai penanda bangunan yang akan dibangun agar lahan yang akan dibangun tidak dapat di klaim oleh pihak lain. Karena keris tersebut ditemukan di Candi Borobudur yang merupakan tempat ibadah, maka keris ini juga disebut sebagai pendukung dalam ritual agama.
Lebih lanjut, Anjang mengatakan bahwa hingga saat ini keris tersebut merupakan koleksi tertua Museum Keris Nusantara. Keris ini dihibahkan kepada Museum Keris Nusantara pada akhir 2023 oleh Miyanti Oemar Koesnen yang merupakan kolektor keris asal Indonesia.
Sebagai informasi, saat ini Museum Keris Nusantara memiliki hampir 1000 koleksi keris.
Dirinya berharap agar masyarakat, pelajar maupun peneliti sejarah untuk menjadikan Museum Keris Nusantara Solo sebagai destinasi wisata edukasi.
“Bisa untuk rujukan pembelajaran atau penelitian sejarah Indonesia,” pungkasnya. (Puthut-Red)







