IndonesiaBuzz: Kesehatan – BPJS Kesehatan mengadakan seminar bertajuk “Optimalisasi Pelayanan Rawat Inap di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Dampak Perluasan Kapasitas Cathlab, Kemoterapi, Radioterapi, Hemodialisis (HD) di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL)” di Jakarta belum lama ini. Acara ini bertujuan untuk menyebarkan hasil kajian terbaru serta memfasilitasi dialog antara BPJS Kesehatan dengan para pemangku kepentingan.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Mahlil Ruby, menyatakan harapannya agar para pemangku kepentingan dapat memberikan masukan dan ide-ide konstruktif untuk penyusunan kebijakan yang lebih baik terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Program JKN telah berusia satu dekade dan menghadapi tantangan yang semakin besar dalam menjaga keberlanjutan. Salah satu titik kritis yang perlu diperhatikan adalah pemberian layanan kesehatan yang efektif dan efisien,” ungkap Mahlil dalam keterangan tertulis.
Mahlil menjelaskan bahwa dengan menerapkan prinsip managed care, Program JKN bertujuan untuk mengendalikan biaya pelayanan kesehatan sambil memastikan kualitas layanan tetap baik. Salah satu strategi yang diusulkan adalah menggeser layanan kesehatan dari FKRTL ke FKTP. Namun, masih terdapat banyak diagnosa yang seharusnya dapat dilayani di FKTP tetapi masih dirujuk ke FKRTL.
“Hambatan utama dalam penguatan layanan FKTP antara lain kekurangan SDM, ketersediaan sarana dan prasarana, serta ketersediaan obat. Ketidakmerataan akses layanan canggih seperti cathlab, kemoterapi, radioterapi, dan hemodialisis di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi tantangan,” tambah Mahlil.
Mahlil menekankan perlunya pemetaan penambahan kapasitas layanan canggih berdasarkan kebutuhan wilayahnya untuk mencapai pemerataan akses layanan canggih. “Penguatan pelayanan di FKTP dan tinjauan dampak penambahan kapasitas layanan di FKRTL menjadi sangat penting dalam memperbaiki kebijakan pelayanan JKN yang dapat menguatkan ketahanan Dana Jaminan Sosial (DJS),” pungkasnya.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan keberlanjutan Program JKN untuk mewujudkan tujuan menyehatkan masyarakat secara optimal.






