IndonesiaBuzz: Halo Indonesia Timur – Aiptu Mahsin (43), yang menjabat sebagai P.S. Kaurmintu Satbinmas Polres Dompu, Polda Nusa Tenggara Barat, menerapkan program Polisi Cilik (Pocil) sebagai solusi terhadap kecanduan gadget yang melanda generasi milenial di daerahnya.
Program ini pertama kali digagas oleh Aiptu Mahsin pada tahun 2016, namun terhenti sementara karena pandemi Covid-19. Pada tahun 2022, program tersebut dijalankan kembali.
Awalnya, program ini berfokus pada hobi Mahsin dalam paskibra dan seni baris-berbaris. Dia merasa terpanggil untuk mendidik anak sejak dini. Dimulai dengan melibatkan 30 anak SD di seluruh Kabupaten Dompu, antusiasme mereka membuat jumlah peserta bertambah menjadi 66 orang per angkatan.
“Kalau Polisi Cilik ini bukan program resmi, istilahnya ekstrakulikuler dari kegiatan Polri ini, sebenarnya berawal dari hobi, kalau ndak hobi ndak jadi ini, karena banyak, menyangkut anggaran, menyangkut waktu, kalau orang yang ndak hobi ndak akan jadi dia,” kata Mahsin dilansir dari detikcom, Selasa (27/2/2024).
Aiptu Mahsin melatih anak-anak tersebut pada sore hari di luar jam dinasnya. Mahsin sendiri mengaku senang ketika bisa berinteraksi dengan anak-anak.

“Anak SD ini kita ambil, selain untuk mendidik disiplin dari usia dini, juga anak-anak kecil ini kita lihat itu senang, kecil sudah bisa bergerak, terambil gitu, jadi itu awalnya. Ya gampang-gampang susah ngurus anak-anak ini, karena usia mereka senang bermain,” ungkapnya.
Kegiatan utama program ini adalah melatih anak-anak SD dalam keterampilan baris-berbaris dan kemandirian selama 6 bulan. Tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian mereka dari kecanduan HP atau gadget serta menyiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas.
“Diajarkan untuk tangkas baris-berbaris, tapi selain itu kita tanamkan bagaimana dia disiplin, mandiri, sehat, terus nanti ke depannya besarnya bisa mereka ini jadi calon pemimpin masa dapat yang berkualitas, udah mempersiapkan dirinya dari kecil, tidak lemah dengan bermain HP, game kan bisa merusak saraf anak-anak itu, jadi supaya mereka tidak terpengaruh dengan HP,” kata Mahsin.
Pada tahun 2022, Mahsin berhasil memperoleh anggaran sebesar Rp 50 juta per tahun untuk mendukung program Polisi Cilik ini setelah berkoordinasi dengan bagian perencanaan di Polres Dompu dan mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
“Dulunya awalnya tidak ada anggaran, baru-baru ini 2022 itu, baru saya berkoordinasi dengan bagian perencanaan Polri, dan alhamdulillah dapat anggaran, dapat Rp 50 juta satu tahunnya. Terus kita minta bantuan dari Pemda, Alhamdulillah dapat bantuan,” katanya.

Para peserta Polisi Cilik yang telah dilatih juga memiliki peran dalam event-event di tingkat Kabupaten Dompu hingga provinsi NTB, seperti pembukaan World Superbike (WSBK) Mandalika 2023.
“Ada kegiatan keluar daerah seperti berapa event 2022 itu di provinsi, kita dapat undangan di provinsi HUT NTB, kemarin WSBK, event internasional itu kita diundang. Kemarin kita 1 Juli ke provinsi juga, Hari Bhayangkara diundang sama Polda NTB,” ucap Mahsin.
Selain tampil dalam event, mereka juga diharapkan dapat berperan sebagai petugas upacara di sekolah dan mengantarkan pada cita-cita mereka di masa depan, seperti menjadi anggota polisi, tentara, guru, dan profesi lainnya.
“Setelah mereka ini sudah jadi, mereka para guru-guru juga senang, bisa dipakai sama gurunya jadi petugas upacara, jadi bapak ibu gurunya senang. Mereka ini sudah siap pakai, terus nanti SMP dia bisa jadi Patroli Keamanan Sekolah (PKS), besar nanti SMA jadi calon paskibra, tamat SMA bisa jadi tentara, polisi dan guru dan lain sebagainya,” harapnya. @wara-e







