IndonesiaBuzz: Kuliner – Nasi Jemblung, salah satu makanan tradisional dari kota Solo, Jawa Tengah, telah menjadi favorit kaum bangsawan sejak zaman dahulu. Makanan yang unik ini tidak hanya menarik perhatian dengan rasa yang lezat, tetapi juga dengan tampilannya yang istimewa.
Dikatakan bahwa Nasi Jemblung telah menjadi pilihan favorit Pakubuwono X, salah satu raja terbesar dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Konon, kegemaran beliau terhadap hidangan ini telah membawa makanan tersebut ke dalam sejarah kuliner Jawa.
Keunikan Nasi Jemblung terletak pada cara penyajiannya yang istimewa. Nasi ini dicetak melingkar dengan lubang di bagian tengahnya, memberikan asal mula dari nama “jemblung”. Lubang tersebut kemudian diisi dengan bistik atau semur lidah sapi yang telah dimasak hingga empuk.
Rasa nikmat dari Nasi Jemblung berasal dari perpaduan rempah-rempah tradisional, seperti pala, cengkeh, dan saus kenari. Dengan rasa manis dan gurih yang khas, makanan ini telah membuat banyak orang ketagihan.
Tidak hanya dalam penyajiannya, Nasi Jemblung juga mempertahankan tradisi dalam cara memakannya. Nasi harus dibelah dua, dan disantap sedikit demi sedikit menggunakan semur yang terdapat di dalamnya.
Meski pengaruh seni kuliner Belanda terasa pada beberapa elemen, Nasi Jemblung tetap mempertahankan keaslian seni kuliner tradisional Jawa. Makanan ini selalu disajikan dengan sambal bawang, lalapan mentimun dan tomat, serta kerupuk yang melengkapi kenikmatannya.
Meskipun tidak lazim disajikan dalam kehidupan sehari-hari, Nasi Jemblung tetap menjadi hidangan istimewa yang disajikan dalam perayaan adat atau upacara keagamaan di Solo. Di daerah asalnya, makanan ini belum begitu banyak dijual, tetapi pengunjung tidak perlu khawatir karena masih dapat menemukannya di beberapa restoran.
Untuk menikmati Nasi Jemblung, pengunjung harus merogoh kocek sekitar Rp40.000 untuk setiap porsi. Harga tersebut sebanding dengan kenikmatan dan pengalaman budaya yang ditawarkan oleh hidangan tradisional Solo yang istimewa ini.







