IndonesiaBuzz: Kediri, 7 Februari 2024 – Puluhan warga Desa Margourip, Ngancar, Kabupaten Kediri, menggelar aksi demo di kantor desa setempat Rabu, (7/2/2024) untuk mengekspresikan penolakan terhadap aktivitas truk pasir yang sering melintasi desa mereka.
Alasan utama penolakan ini adalah kerusakan parah yang disebabkan oleh truk-truk tersebut pada jalan desa. Para demonstran juga menyoroti gangguan terhadap istirahat warga serta kecelakaan yang telah menelan korban jiwa.
Koordinator aksi, Bani, menyatakan kekecewaannya terhadap situasi tersebut. “Kami sudah menahan diri selama 15 tahun ini. Tetapi jalan rusak dan ada warga kami yang menjadi korban tabrak lari,” ungkapnya.
Sutikno, seorang perangkat desa setempat, menegaskan bahwa kasus tabrak lari yang menewaskan Warsito, warga desa, telah dilaporkan secara resmi. “Kami mengharapkan penanganan serius terhadap masalah ini,” ujarnya.
Kepala Desa Margourip, Riyadi, juga memberikan dukungannya terhadap aksi warga. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut tidak sesuai untuk kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir. “Kami menaruh harapan besar pada respons yang serius dari pihak terkait,” tandasnya.
Penasihat hukum warga Desa Margourip, Luka Fardani, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respons terhadap ancaman para sopir truk yang berencana melakukan demo. “Warga bereaksi atas ancaman tersebut,” katanya.
Tak hanya itu, warga semakin geram atas ancaman membawa ular yang disampaikan oleh para sopir truk. “Mereka hanya menginginkan kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan fasilitas umum,” tambahnya.
Pihak desa menegaskan bahwa penolakan ini hanya terkait dengan truk pasir, dan pada bulan Januari 2024, para sopir truk telah setuju untuk mengalihkan jalur transportasi melalui wilayah Blitar dalam kesepakatan sebelumnya.


