IndonesiaBuzz: Jakarta, 25 Januari 2024 – Calon wakil presiden nomor urut 01, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengkritik kebijakan hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintah. Kritik tersebut disampaikan Cak Imin, dalam Debat Cawapres Kedua di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (21/1/2024) lalu.
Kritik tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Cak Imin berkunjung ke sejumlah pusat industri pengolahan logam berat, termasuk Weda Bay dan Morowali.
Melalui video berdurasi 8 menit 23 detik yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Luhut menyatakan bahwa ajakan tersebut bertujuan untuk memperlihatkan kondisi riil di lapangan yang merupakan hasil dari kebijakan hilirisasi yang diterapkan pemerintah.
“Saya pengen sebenarnya mengundang Muhaimin tuh berkunjung ke Weda Bay, Morowali untuk lihat sendiri. Seeing is believing. Daripada Anda (Cak Imin) berbohong kepada publik. Yang menurut saya itu adalah satu karakter yang tidak bagus untuk mencapai suatu posisi. Anda membohongi publik dengan memberikan informasi seperti tadi (hilirisasi nikel),” ungkap Luhut dalam video, Rabu (24/1/2024) malam.
Luhut: Hilirisasi Nikel Membawa Dampak Positif bagi Ekonomi Nasional dan Regional
Luhut menegaskan bahwa program hilirisasi nikel telah membawa dampak positif bagi ekonomi nasional dan regional. Data yang disajikan olehnya menunjukkan penurunan tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah, yaitu dari 14,7% pada tahun 2015 menjadi 12,4% pada tahun 2023. Demikian pula di Morowali, tingkat kemiskinan turun dari 15,8% pada tahun 2015 menjadi 12,3% pada tahun 2023.
Mengenai klaim Cak Imin terkait dominasi tenaga kerja asing (TKA) dalam program hilirisasi, Luhut memberikan klarifikasi bahwa proporsi TKA untuk proyek tersebut berkisar antara 10% hingga 15%. Menurutnya, hal ini tidak dapat dihindari karena Indonesia saat ini belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk proyek-proyek tersebut.
“Itu suatu proses yang harus dilalui. Jangan kita juga munafik. Jangan kita membohongi publik dengan menyebarkan berita-berita palsu. Apalagi Anda calon pemimpin. Karakter itu menurut saya yang nomor satu, bukan soal pintar,” tegas Luhut.
Cak Imin sebelumnya, mengkritik upaya hilirisasi nikel yang dinilainya terlalu berlebihan. Menurutnya, hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintah tidak memperhitungkan dampak lingkungan dan memperkerjakan banyak TKA. @indonesiabuzz







