IndonesiaBuzz: Jakarta, 21 Januari 2024 – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan pentingnya melaksanakan hilirisasi dengan bijaksana, tanpa mengorbankan sumber daya alam (SDA) dan memperhatikan aspek lingkungan serta sosial. Pernyataan ini disampaikannya dalam debat Cawapres, Minggu (21/1/2024).
“Saya setuju kita harus promosikan SA tapi dicatat gara-hara eksplorasi nikel ugal-ugalan lalu hilirisasi tanpa mempertimbangkan ekologi, sosial kita, buruh kita diabaikan karena banyak tenaga asing, dan juga terjadi korban kecelakaan, di sisi lain pemasukan kita dari nikel sangat kecil,” kata Cak Imin.
Cak Imin memperingatkan, produksi nikel Indonesia yang berlebihan dapat mengakibatkan penurunan daya tawar negara. Ia menilai bahwa Indonesia menjadi korban kebijakan sendiri, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
“Sementara masa depan kita jadi tidak jelas di sisi lain kita mengorbankan lingkungan dan sosial dan keuntungan yang terbatas bagi negara. Oleh karena itu, bukan gegabah tapi ini soal keberanian,” imbuh Cak Imin.
Sebagai informasi, hilirisasi nikel dilakukan besar-besaran di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor fero nikel Indonesia mengalami lonjakan signifikan. Dari US$ 373,6 juta (Rp 5,83 triliun) pada 2010, menjadi US$ 15,29 miliar pada 2023 atau sekitar Rp 238,68 triliun.
Ekspor nikel dan produk turunannya juga mengalami peningkatan. Dari US$ 1,44 miliar (Rp 7,4 triliun) pada 2010 menjadi US$ 6,82 miliar pada 2023 (Rp 106,5 triliun).
Selain kontribusi terhadap ekspor, hilirisasi nikel juga memberikan kontribusi signifikan dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa royalti. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan PNBP dari sektor minerba mencapai Rp 172,96 triliun. @indonesiabuzz







