IndonesiaBuzz: Madiun, 7 Januari 2025 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai, Senin (6/1/2024) di sejumlah sekolah di Kota Madiun.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa melalui makanan bergizi yang telah diatur secara khusus oleh Pemerintah.
Kepala SMPN 5 Kota Madiun, Sujitno, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan makanan sehat, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa.
“Setelah uji coba pada akhir 2024, program MBG kini dijalankan di 17 sekolah di Kota Madiun, mulai dari tingkat PAUD/TK, SD/MI, hingga SMP negeri dan swasta, termasuk SMPN 5,” kata Sujitno.
Ia menambahkan, salah satu keunggulan program ini adalah fleksibilitas menu. Misalnya, siswa yang memiliki alergi makanan mendapatkan penggantian menu yang sesuai.
“Ada siswa yang alergi ayam, jadi lauknya diganti dengan bistik daging. Hal ini menunjukkan perhatian besar terhadap kebutuhan individu siswa,” jelasnya.
Dalam program MBG menyediakan makanan bergizi lengkap melalui dapur sehat yang menjadi Sentra Penyediaan Bahan Gizi (SPBG). Menu tersebut terdiri dari nasi, sayur, protein hewani dan nabati, serta buah-buahan.
“Anak-anak yang biasanya memilih makanan kering-keringan sekarang didorong untuk makan sayuran. Kami berharap ini membantu mencukupi gizi mereka, terutama pada jam siang saat anak membutuhkan energi lebih untuk belajar,” ujar Sujitno.
Untuk program MBG di Kota Pendekar diawali di 17 sekolah terpilih dan akan terus diperluas hingga mencakup seluruh sekolah di Kota Madiun. Setiap hari, tim dapur sehat bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memastikan jumlah siswa yang hadir dan mengirimkan paket MBG sesuai kebutuhan.
Berdasarkan data, jumlah siswa yang menjadi sasaran program MBG di Kota Madiun mencapai 51 ribu anak. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung tumbuh kembang siswa sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Semoga program ini terus berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi anak-anak di Kota Madiun,” tutup Sujitno.







