IndonesiaBuzz: Kudus, 26 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Kudus meresmikan pembukaan Pameran Temporer Cagar Budaya bertajuk Abirama Purbakala Patiayam di Komplek Museum Situs Purbakala Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Jumat (25/7/25) pagi. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Sebanyak 25 stan turut ambil bagian dalam pameran ini. Berbagai penggiat budaya dan museum ternama di Jawa Tengah turut berpartisipasi, antara lain Museum Ranggawarsita, Museum Song Terus Pacitan, Museum BPK RI Magelang, Museum Masjid Agung Demak, hingga Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X.
Pembukaan pameran diwarnai atraksi tarian Purbakala yang menggambarkan peradaban masa lampau. Seusai membuka acara, Bupati Sam’ani berkeliling mengunjungi beberapa stan, salah satunya stan Museum Song Terus Pacitan yang menampilkan replika fosil manusia purba, fosil batu alat meramu, dan berbagai koleksi prasejarah lainnya.
“Ini sungguh menarik. Kalau bisa, acara seperti ini diadakan rutin setiap tahun. Saya harap para siswa bisa diajak datang untuk belajar langsung tentang temuan fosil zaman prasejarah,” ujar Sam’ani.
Dalam kunjungannya, Bupati juga meninjau stan Museum Ranggawarsita yang memamerkan selendang toh watu asli karya perajin asal Kecamatan Gebog. Sam’ani menyebut selendang tersebut berpotensi dijadikan souvenir berupa syal khas daerah.
Ia juga menyempatkan berdialog dengan perajin bambu dari Desa Bulungcangkring yang memanfaatkan eceng gondok menjadi aneka produk kerajinan seperti tas, sandal, tempat tisu, dan mangkuk dengan tutup, yang kerap dijadikan souvenir.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah, menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan memperkenalkan sekaligus mempromosikan warisan budaya masa lalu kepada masyarakat luas serta meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian cagar budaya.
“Abirama diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kesinambungan. Tema ini menegaskan bahwa peradaban masa lalu menjadi pondasi penting bagi pembangunan kebudayaan hari ini dan masa depan,” jelas Mutrikah.
Ia berharap pameran ini dapat menjadi momentum memperkuat jejaring antarpelaku budaya sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan sejarah Kabupaten Kudus. (Bima Arni/ Korespnden Kudus)







