Tuesday, June 9, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

24 September: Tragedi Semanggi II

Tragedi Semanggi II: Sebuah Luka Reformasi yang Menolak Dilupakan

by Redaksi IndonesiaBuzz
September 24, 2025
Reading Time: 3 mins read
24 September: Tragedi Semanggi II

Ilustrasi Tragedi Semanggi II (IB)

IndonesiaBuzz: Historia – Setiap tanggal 24 September, ingatan kolektif bangsa Indonesia kembali tertuju pada sebuah tragedi kelam yang menjadi salah satu noda hitam dalam perjalanan reformasi. Tepat 26 tahun lalu, pada 24 September 1999, darah kembali tumpah di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, hanya beberapa meter dari lokasi Tragedi Semanggi I.

Peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Semanggi II ini menelan korban jiwa, sebagian besar adalah mahasiswa, yang menuntut reformasi dan menolak kembalinya rezim otoriter. Peristiwa ini adalah babak lanjutan dari serangkaian unjuk rasa pasca-lengsernya Presiden Soeharto. Jika Semanggi I pada November 1998 dipicu oleh Sidang Istimewa MPR, maka Semanggi II meletus karena penolakan terhadap sebuah rancangan undang-undang yang kontroversial.

Latar Belakang: Menolak Kembalinya Otoritarianisme

Tragedi Semanggi II berakar dari tuntutan mahasiswa untuk menolak Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB). RUU ini dianggap sebagai upaya untuk menghidupkan kembali roh Dwifungsi ABRI dan memberikan kekuasaan yang represif kepada militer, mirip dengan Undang-Undang Subversif yang telah dicabut.

Para aktivis melihat RUU PKB sebagai ancaman nyata terhadap demokrasi yang baru saja lahir. Mereka khawatir, jika RUU ini disahkan, pemerintah dan militer akan memiliki dasar hukum untuk menindak demonstrasi dan membatasi kebebasan berpendapat, mengembalikan Indonesia ke era kegelapan yang baru saja mereka tinggalkan. Tuntutan ini bergema di seluruh penjuru negeri, mencapai puncaknya di Jakarta.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

Pada hari itu, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek berkumpul di sekitar kawasan Semanggi, bertekad untuk menyuarakan penolakan mereka di depan Gedung DPR/MPR. Aksi yang berlangsung damai itu tiba-tiba berubah mencekam saat aparat keamanan mulai melakukan tindakan represif.

Kronologi dan Korban

Ketegangan memuncak di sore hari. Aparat keamanan yang terdiri dari Polri dan TNI, membubarkan massa dengan kekerasan. Gas air mata ditembakkan, disusul oleh tembakan peluru tajam yang mengarah ke kerumunan mahasiswa. Kondisi kacau, kepanikan pecah, dan sejumlah mahasiswa terjatuh.

Menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Tragedi Semanggi II menewaskan setidaknya 11 korban jiwa dan melukai ratusan lainnya. Salah satu korban yang paling dikenal adalah Yap Yun Hap, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Ia gugur di lokasi kejadian, menjadikannya salah satu simbol perjuangan reformasi.

Keadilan yang Terbengkalai

Setelah tragedi ini, Komnas HAM membentuk tim penyelidikan Ad-Hoc. Hasil investigasi Komnas HAM menyimpulkan bahwa Tragedi Semanggi II adalah pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM), dengan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Temuan ini didukung oleh temuan forensik dan kesaksian para korban serta saksi mata.

Namun, rekomendasi Komnas HAM tidak pernah ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung. Hingga hari ini, kasus Tragedi Semanggi II masih berada di “titik nol” tanpa adanya penyelesaian hukum. Kejaksaan Agung berpendapat bahwa kasus ini merupakan “kejahatan biasa” dan sudah diproses melalui pengadilan militer, sebuah pandangan yang ditolak mentah-mentah oleh keluarga korban dan aktivis HAM.

Maria Katarina Sumarsih, ibunda dari Bernardus Irmawan, korban lain dalam tragedi ini, menjadi salah satu pejuang yang tak kenal lelah. Ia telah melakukan aksi Kamisan di depan Istana Negara selama bertahun-tahun, menuntut keadilan bagi anaknya dan para korban lainnya.

Sebuah Luka yang Terus Menganga

Tragedi Semanggi II, bersama dengan Semanggi I dan Tragedi 12 Mei 1998, adalah pengingat bahwa perjuangan reformasi bukanlah proses yang mudah dan tanpa pengorbanan. Kasus ini menjadi simbol kegagalan negara dalam menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Setiap 24 September, baik di media sosial maupun di ruang publik, masyarakat, khususnya aktivis mahasiswa, kembali menyerukan agar negara bertanggung jawab dan menuntaskan kasus-kasus ini. Tugu peringatan, aksi Kamisan, dan diskusi publik menjadi cara untuk menjaga api perjuangan tetap menyala.

Tragedi Semanggi II bukan sekadar catatan sejarah, melainkan luka yang terus menganga, menunggu uluran tangan keadilan untuk menutupnya. @indonesiabuzz

Tags: HistoriaHumaniorakomnas hamSejarah IndonesiaSejarah Indonesia Hari IniTragedi SemanggiTragedi Semanggi II
Share220SendScan

Trending

Auto Draft
Halo Jatim

KAI Daop 7 Operasikan Luxury Lounge di Stasiun Caruban

4 hours ago
Kepala BGN Baru Siapkan Perombakan Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Mampu Berpotensi Dicoret dari Penerima Manfaat
News

Kepala BGN Baru Siapkan Perombakan Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Mampu Berpotensi Dicoret dari Penerima Manfaat

6 hours ago
KPK Gelar OTT di Muara Enim, Bupati dan Sejumlah Pejabat Diamankan
News

KPK Gelar OTT di Muara Enim, Bupati dan Sejumlah Pejabat Diamankan

6 hours ago
DPR dan Pemerintah Sepakati Usia Pensiun Polisi Naik Jadi 59-60 Tahun, Regenerasi dan Karier Jadi Pertimbangan Utama
News

DPR dan Pemerintah Sepakati Usia Pensiun Polisi Naik Jadi 59-60 Tahun, Regenerasi dan Karier Jadi Pertimbangan Utama

7 hours ago
Sidokkes Polres Wonogiri Pastikan Keamanan Menu Makan Bergizi Gratis, Seluruh Sampel Bebas Zat Berbahaya
News

Sidokkes Polres Wonogiri Pastikan Keamanan Menu Makan Bergizi Gratis, Seluruh Sampel Bebas Zat Berbahaya

8 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Auto Draft

KAI Daop 7 Operasikan Luxury Lounge di Stasiun Caruban

June 8, 2026
Kepala BGN Baru Siapkan Perombakan Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Mampu Berpotensi Dicoret dari Penerima Manfaat

Kepala BGN Baru Siapkan Perombakan Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Mampu Berpotensi Dicoret dari Penerima Manfaat

June 8, 2026

TERPOPULER

Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak

CV. Bangkit Apresiasi Pemkot Madiun Batalkan Tender Gedung Rawat Inap

Teror Surat Kaleng Berujung Tindakan Tak Pantas, Dewi Persik Laporkan ke Polisi

Persinga Ngawi Melaju ke 32 Besar Liga 4 Nasional, Laskar Ketonggo Tumbangkan Persada 2-0

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In