IndonesiaBuzz: Wonogiri, 4 Oktober 2025 – Antusiasme mahasiswa Wonogiri untuk meraih Beasiswa Pemuda Berprestasi 2025 tetap tinggi meskipun kuota penerimaan tahun ini mengalami penurunan signifikan. Tercatat sebanyak 2.496 mahasiswa mendaftar, naik dari tahun lalu yang berjumlah 2.264 orang.
Ketua Ikatan Mahasiswa Prestasi (Imapres) Wonogiri, Abimanyu Arya Ramadhan, mengungkapkan bahwa pendaftaran program beasiswa telah ditutup pada 25 September 2025. Dari total pendaftar, 1.888 orang merupakan peserta lanjutan yang sebelumnya sudah menerima beasiswa, sementara 608 orang adalah pendaftar baru.
“Jumlah pendaftar tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun kemarin, meski kuota penerimaan turun 26%,” jelas Abimanyu, Jumat (3/10/25).
Sejak 2023, kuota penerima beasiswa ditetapkan 818 orang. Namun, pada 2025 jumlahnya menyusut menjadi 605 orang akibat pengurangan alokasi anggaran dari Rp10 miliar menjadi Rp7,5 miliar. Secara umum, proporsi penerima tetap mengacu pada 40% untuk penerima lanjutan dan 60% untuk pendaftar baru.
Meski demikian, Abimanyu menilai kondisi ini bukanlah pemangkasan. Menurutnya, sejak 2020 Pemkab Wonogiri konsisten mengalokasikan Rp7,5 miliar untuk program unggulan ini, hanya saja pada 2023 sampai 2024 anggaran dinaikkan menjadi Rp10 miliar.
“Jadi tidak bisa dikatakan dipangkas, melainkan kembali pada standar awal,” ujarnya.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, membenarkan adanya penyesuaian anggaran program beasiswa akibat kebijakan efisiensi fiskal dari pemerintah pusat.
“Dampaknya, jumlah penerima beasiswa tahun ini turun dari 818 menjadi sekitar 600 orang. Namun, prioritas program pemerintah daerah tetap berjalan dengan perhitungan matang,” jelasnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri, Haryanto, menambahkan bahwa kuota penerima 605 mahasiswa tahun ini tetap mengikuti mekanisme yang sudah berlaku. Syarat tidak berubah, mahasiswa harus warga asli Wonogiri, aktif di perguruan tinggi negeri maupun swasta terakreditasi A (non kedinasan), dan belum menikah. Program ini juga terbuka untuk jenjang diploma, sarjana, maupun magister.
Beasiswa yang diberikan berupa bantuan tunai Rp12 juta per orang per tahun dan bisa diikuti maksimal empat kali selama masa studi. Program ini menyediakan tiga jalur pendaftaran, DTKS (kurang mampu), prestasi, dan reguler.
Dengan lonjakan pendaftar dan terbatasnya kuota, seleksi tahun ini diperkirakan berlangsung lebih ketat. Namun, bagi mahasiswa Wonogiri, Beasiswa Pemuda Berprestasi tetap menjadi peluang strategis untuk meringankan beban pendidikan sekaligus memacu motivasi akademik. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







