IndonesiaBuzz: Solo, 18 Januari 2024 – Kota Solo, atau yang dikenal sebagai Kota Bengawan, mencatat peningkatan yang luar biasa dalam kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2023, menggandakan angka kunjungan dari tahun sebelumnya.
Menurut Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solo, Gembong Hadiwibowo, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bengawan pada 2023 mencapai 5.541.700 orang, dibandingkan dengan sekitar 2,5 juta orang pada 2022.
Gembong Hadiwibowo menyatakan bahwa tingkat kunjungan wisatawan didominasi oleh wisatawan nusantara, mencapai 5.519.581 orang, sementara turis mancanegara berjumlah 22.119 orang.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2022, tingkat kunjungan wisatawan di Solo naik secara signifikan, bisa dikatakan naik dua kali lipat. Ini merupakan pencapaian positif bagi Kota Solo karena mampu menarik lebih dari lima juta orang dalam setahun,” ujarnya, Kamis (18/1/2024).
Gembong menyebutkan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh dibukanya destinasi wisata baru yang menjadi daya tarik kuat bagi para pelancong. Destinasi tersebut meliputi Solo Safari, Taman Pracima di kompleks Pura Mangkunegaran, dan Masjid Syeikh Zayed Solo.
“Wisatawan dari luar Soloraya banyak yang datang ke Solo untuk berekreasi di Solo Safari atau berwisata religi di Masjid Syeikh Zayed Solo. Mereka datang bersama keluarga atau rombongan,” paparnya.
Puncak kunjungan terjadi pada periode libur panjang Lebaran dan akhir tahun. Saat itu, banyak perantau yang pulang kampung memanfaatkan waktu untuk berwisata dengan mengunjungi destinasi wisata baru. Pada libur Lebaran, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Solo mencapai 658.759 orang. Pada libur sekolah Juni, jumlahnya mencapai 610.161 orang, sedangkan pada libur akhir tahun, mencapai 618.776 orang.
“Selama puncak musim, rata-rata jumlah wisatawan mencapai 600.000 orang. Ini belum termasuk Taman Balekambang Solo yang masih dalam tahap pengerjaan tahun lalu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Solo, Daryono, menyoroti keunggulan Kota Solo dibandingkan dengan daerah lain di Soloraya, meskipun tidak memiliki potensi wisata alam. Dia menekankan lokasi Kota Solo yang strategis, diapit dua kawasan wisata di lereng Gunung Lawu, Karanganyar dan Selo, Boyolali. Pembangunan jalan tol juga telah memperkuat aksesibilitas wilayah.
Pelancong dari Jakarta dan Surabaya kini dapat melakukan perjalanan darat tanpa harus naik pesawat terbang menuju Kota Bengawan. “Pada tahun lalu, pariwisata rekreasi mulai tumbuh dan berkembang di Kota Solo. Bicara soal rekreasi, tidak hanya Kota Solo, tetapi juga daerah penyangga lain yang memiliki potensi wisata seperti Karanganyar dan Boyolali,” ujar Daryono.







