IndonesiaBuzz: Wonogiri, 2 November 2026 – Upaya memperkuat nilai nilai kebangsaan sekaligus melestarikan warisan budaya tradisional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Salah satunya melalui penyelenggaraan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dikemas dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Lapangan Kecamatan Giritontro, Minggu (1/11/2026) malam.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai nilai kebangsaan, khususnya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Bupati menyampaikan penghargaan kepada Wakil Ketua MPR RI, anggota DPR RI, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Hadir dalam acara itu Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, yang akrab disapa Mas Bambang Pacul, Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Heri Herawan, Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Tengah Casytha Arriwi Kathmandu, jajaran Forkopimda Wonogiri, anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Forkopimcam Giritontro, serta dalang Ki Bayu Aji Pamungkas.
Perkuat Nilai Kebangsaan dan Persatuan Bangsa
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menegaskan bahwa semangat kebangsaan yang diwariskan para pemuda melalui momentum Sumpah Pemuda harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari hari.
Menurutnya, nilai nilai persatuan, kesatuan, dan semangat gotong royong merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Ia menilai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga identitas nasional dan mengamalkan nilai nilai kebangsaan.
Wonogiri Siapkan Kontribusi Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan diri menuju cita cita besar Indonesia Emas 2045. Dalam proses tersebut, setiap daerah memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui pengembangan potensi dan pembangunan sesuai karakteristik wilayah masing masing.

“Dalam perjalanan menuju momentum tersebut, setiap daerah memiliki peran untuk berkontribusi melalui pengembangan potensi dan pembangunan sesuai karakteristik wilayah masing masing. Kabupaten Wonogiri pun terus berupaya mewujudkan daerah yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Ia juga berharap adanya arahan, bimbingan, dan motivasi dari para wakil rakyat di tingkat pusat agar pembangunan daerah senantiasa berjalan sesuai aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wonogiri.
Wayang Kulit Jadi Media Edukasi dan Pelestarian Budaya
Menariknya, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kali ini dikemas melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Gathutkaca Kalajaya. Pendekatan budaya tersebut diharapkan mampu menjadikan pesan pesan kebangsaan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Selain menjadi sarana edukasi kebangsaan, pagelaran wayang kulit juga merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional sebagai warisan budaya luhur bangsa.
Bupati berharap masyarakat tidak hanya semakin memahami nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, tetapi juga turut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Wayang kulit sebagai salah satu identitas budaya Indonesia perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Dengan demikian, warisan budaya tersebut tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat masa kini dan mendatang.
Melalui perpaduan edukasi kebangsaan dan seni tradisi, kegiatan di Giritontro ini diharapkan mampu memperkuat nasionalisme, merawat persatuan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan budaya bangsa. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







